Home/ Tokoh / Berita

Kamis, 05 Januari 2017 18:21 WIB

Bagus Sarwono: Mengawal Demokrasi Melalui Bawaslu

Bagus Sarwono, S.Pd.SI., MPA - Calon Komisioner Bawaslu

Bagus Sarwono, S.Pd.SI., MPA, seorang pemuda  yang lahir dari keluarga sederhana di pinggiran kota Rembang ini tengah menunjukkan komitmennya terhadap proses demokratisasi di Indonesia dengan mendaftarkan diri sebagai Anggota Bawaslu RI. 

Lelaki kelahiran Rembang tanggal 1 Juni 1976 ini adalah sosok yang tidak asing dikalangan para aktivis pro-demokrasi Yogyakarta. Yogyakarta menjadi tempat persemaian awal karier seorang Bagus Sarwono setelah dirinya memutuskan untuk melanjutkan jenjang pendidikan ke Perguruan Tinggi. Di Yogyakarta, Bagus terdaftar sebagai alumni S1 Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) UNY dan alumni S2 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM. Sewaktu mahasiswa, Bagus Sarwono sempat diamanahi menjadi Ketua BEM FMIPA UNY dan aktif di HMI.

Bapak 4 orang anak ini mengawali kariernya sebagai staf di Lappera Indonesia. Bagus, sapaan akrabnya, meneruskan karier lewat Lembaga Ombudsman Daerah (LOD) DIY dengan menjadi asisten di tahun 2005. Kariernya cukup cemerlang, karena tidak membutuhkan waktu terlalu lama, dirinya terpilih menjadi Wakil Ketua LOD DIY masa bakti 2008-2011. 

Selain melayani pengaduan masyarakat sebagaimana tupoksi LOD DIY, saat menjabat sebagai wakil ketua LOD DIY, Bagus juga pernah menjadi salah satu pemohon dalam Permohonan Judicial Review terhadap Pasal 46 ayat (1) dan ayat (2) Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2008 tentang Ombudsman Republik Indonesia di Mahkamah Konstitusi (MK). Berkat keberaniannya bersama teman-teman yang lain untuk melakukan judicial review tersebut dengan ditambah bantuan Prof. Dr. Saldi Isra, S.H., M.P.A., serta Fajrul Falaakh, S.H., LLM., dan lain-lain sebagai saksi ahli, akhirnya eksistensi lembaga ombudsman “lokal” di Indonesia masih terjaga hingga sekarang.

Saat ini, Bagus Sarwono aktif secara langsung mengawal proses Pemilu di wilayah DIY sebagai salah satu Anggota Bawaslu DIY untuk masa jabatan 2012-2016. Bersama 2 orang Anggota Bawaslu DIY yang lain, Bagus berhasil menorehkan kembali buah prestasi dalam proses penyelenggaraan pengawasan pemilu legislatif tahun 2014. Prestasi itu ditunjukan dengan adanya fakta bahwa DIY menjadi satu-satunya wilayah yang tidak memiliki sengketa pemilu sampai ke MK dan satu-satunya wilayah yang seluruh penyelenggara Pemilunya tidak terbukti melakukan pelanggaran Kode Etik. 

Di bawah kepemimpinannya sebagai ketua pokja Gerakan Sejuta Relawan Pengawas Pemilu tahun 2014, Bawaslu DIY berhasil memiliki jumlah relawan pengawas Pemilu terbanyak dibandingkan dengan jumlah relawan pengawas Pemilu Bawaslu Provinsi lain di Indonesia. Atas prestasi tersebut, Bawaslu DIY mendapatkan Bawaslu Award dari bawaslu RI dalam kategori Pengawasan Partisipatif.

Kini, Bagus Sarwono berhasil lolos seleksi Calon Anggota bawaslu RI tahap pertama sehingga namanya masuk dalam 22 besar Calon Anggota Bawaslu RI. 22 nama tersebut selanjutnya akan diseleksi lagi oleh Tim Seleksi untuk disaring menjadi 10 besar. 10 nama hasil seleksi itu akan diteruskan ke DPR untuk dipilih 5 nama diantaranya menjadi Anggota Bawaslu RI.[]


Baca Juga

 

Berita Daerah  -  Selasa, 20 Maret 2018 16:28
Peserta Sekolah Aktivis Peneleh Madura Sepakati Proyek Bersama

Penelehnews.com, Bangkalan- Aktivis Peneleh Regional Madura dengan sukses telah menyelesaikan Sekolah Aktivis Peneleh Regional Madura. Program yang berlangsung selama tiga hari tersebut dilaksanakan di Yayasan Ibnu Sabil, . . .
Selengkapnya

 

Berita Daerah  -  Selasa, 27 Februari 2018 21:29
Peneleh Research Institute Libatkan Diri bersama Masyarakat Desa Sukopuro

Rumahpeneleh.or.id, Kabupaten Malang- Selama 2 tahun, Peneleh Research Institute melibatkan diri bersama masyarakat Desa Sukopuro, kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Riset berpihak tidak hanya menghasilkan riset induktif . . .
Selengkapnya

 

 -  Rabu, 31 Januari 2018 23:47
Ruang Baca Mojo, Taman Baca Masyarakat di SoloPeran Pemuda dalam Meningkatkan Minat Baca

"Bacalah dan Tuhan-mu Yang Maha Pemurah. Yang telah mengajarkan manusia dengan pena. Yang telah mengajarkan manusia sesuatu yang tidak diketahuinya," Q.S. Al-Alaq, 3-5. Sejak Maret 2016, Najwa Shihab, jurnalis senior Indonesia, . . .
Selengkapnya

 

Opini  -  Senin, 22 Januari 2018 08:57
Balada Zaman, Krisis Teologi Al-Alaq!!!

Nampaknya zaman telah berubah. Revolusi digital ditandai dengan adanya media sosial menghubungkan manusia dengan apa yang disebut symbolic environment oleh Manuel Castells. Ketika realitas kehidupan kita dapat dikonstruksi . . .
Selengkapnya

 

Berita Daerah  -  Sabtu, 25 November 2017 13:33
LDK Syahid Sukses Adakan Kajian Internasional Bersama Syekh dari Palestina

PENELEHNEWS.COM Tangerang (23/11)LDK Syahid bersama dengan LDK Al-Birru STEI SEBI adakan kajian Internasional bertemakan Mengenal Palestina Lebih Dekat pada Kamis, 23 November 2017 lalu di Masjid Fatullah. Kajian Internasional . . .
Selengkapnya