Home/ sastra / Berita

Senin, 12 Desember 2016 21:07 WIB

Mengenang Pahlawan Tjokroaminoto

KH. Zawawi Imron
Saat - saat ini akan saya sebut sebuah nama
Dan dalam menyebut nama beliau
Tak cukup hanya dengan bahasa melati dan mawar
Tapi juga 
Dengan bahasa batu karang

Yang selama ribuan tahun tak bisa di goyang terjangan gelombang

" siapa nama orang itu ? "
Tanya anak kecil yang masih suci
" Orang itu adalaah HOS Tjokroaminoto "
Orang itu adalah bunga yang tumbuh di taman fitrah

Karena bertekad mengangkat harkat martabat rakyat yang melarat

Awal abad ke 20 bangsa ini mulai di pandu menuju jiwa alam yang basah oleh madu
Manusia harus jadi penyalur kasih sayang Allah kepada seluruh umat
Bumi nusantara tak boleh di ciprati oleh air mata, tak boleh menangis oleh darah
Kita harus berbuat nyata

Agar rakyat jelata yang di tindas dan di lindas oleh penjajah yang jahat dan serakah

Bisa, bangkit, bangkit !!!
Bisa mengusir ketakutan
Bisa mengusir rasa sulit dan segenap rasa sakit
Rakyat harus maju
Melawan penindasan dan keserakahan
Karena tidak ada kesejahteraan tanpa kemerdekaan

Bahkan penjajahan yang berwajah santunpun harus di lawan

Saat itu memang terasa, rakyat jelata sudah megap - megap
Tak bisa bernapas dalam penjajahan
Dan sangat jelas :
Rakyat yang di injak dan penjajah yang menginjak

Rakyat yang dirampok dan pemerintah penjajah yang merampok

Pak tjokro tidak terima kenyataan ini
Dan pak tjokro datang kemana - mana
Menyaksikan dengan nyata wajah bangsanya yang hatinya terluka
Melihat nasib bangsanya yang tersiksa
Hati pak Tjokro melelehkan darah
Beliau marah

Tapi marah beliau seirama dengan nafas ayat - ayat Ilahi

Sekarang kita kenang perjuangan HOS Tjokroaminoto
Suara beliau yang menggetarkan, menyatakan kebenaran
Suara beliau yang menggelegar, mengutuk kekejaman, ke dzaliman
Membuat keder hati para penguasa kolonial

Tapi hati pak Tjokro tetap bersujud pada Allah

Kita kenang HOS Tjokroaminoto
Beliau berjuang tanpa takut kepada bahaya
Dan kalau beliau datang kemana - mana
Rakyat jelata menyambutnya beramai - ramai
Seperti menyambut datangnya kemerdekaan yang dirindukan

Karena hakikat jiwa pak Tjokro, adalah fajar kemerdekaan itu sendiri

Pak Tjokro sebagai pemimpin
Tidak hanya hebat sendiri
Teman - teman seperjuangannya
Haji Samanhudi, Haji Agus Salim, Wondo amiseno, AM Sangaji 

Adalah meteor - meteor yang gemilang dalam perjuangan kemerdekaaan

Karena kebersamaan yang berupa himpunan

Akal sehat kolektif adalah kekuatan untuk melawan kedzaliman yang maha dahsyat

Setelah pak Tjokro wafat di panggil Allah
Murid - murid beliau punya refleksi sejarah yang dalam
Tjokroaminoto boleh wafat
Tapi semangat jiwa kerakyatan dan semangat kemerdekaan
Tetap berkobar di dada murid - muridnya
Api sejarah Tjokroaminoto hidup pada pidato - pidato bung karno
Yang melahirkan proklamasi

Semangat Tjokroaminoto tetap hidup pada jiwa seluruh pejuang kemerdekaan

Kita yang sekarang mengenang beliau disini
Perlu bertanya kepada diri sendiri
Sanggupkah kita mengukir
Sejarah seperti beliau, HOS Tjokroaminoto
Jawaban yang kita butuhkan bukan kata - kata
Tapi derap langkah yang bisa mengubah wajah Indonesia

Kembali berdaya dan bermartabat

Jawaban terindah untuk semua krisis

Adalah do'a dan kerja keras

Buaat apa ribuan buku, puluhan gelar

kalau hasilnya hanya non-sens

Ayo kita bangkit, semangat, semangat !

Untuk mewujudkan ilmu dan impian

Agar menjadi kenyataaan


* Dibacakan kyai Zawawi Imron pada tanggal 16 Oktober 2015 di tugu proklamasi, acara yang di selenggarakan rumah peneleh memperingati 110 tahun hari kebangkitan bangsa ( 1905 - 2015 )

* Di kutip dari halaman depan buku : 2024 Hijrah untuk negeri karya A, Dedi Mulawarman 


Baca Juga

 

Berita Daerah  -  Selasa, 20 Maret 2018 16:28
Peserta Sekolah Aktivis Peneleh Madura Sepakati Proyek Bersama

Penelehnews.com, Bangkalan- Aktivis Peneleh Regional Madura dengan sukses telah menyelesaikan Sekolah Aktivis Peneleh Regional Madura. Program yang berlangsung selama tiga hari tersebut dilaksanakan di Yayasan Ibnu Sabil, . . .
Selengkapnya

 

Berita Daerah  -  Selasa, 27 Februari 2018 21:29
Peneleh Research Institute Libatkan Diri bersama Masyarakat Desa Sukopuro

Rumahpeneleh.or.id, Kabupaten Malang- Selama 2 tahun, Peneleh Research Institute melibatkan diri bersama masyarakat Desa Sukopuro, kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Riset berpihak tidak hanya menghasilkan riset induktif . . .
Selengkapnya

 

 -  Rabu, 31 Januari 2018 23:47
Ruang Baca Mojo, Taman Baca Masyarakat di SoloPeran Pemuda dalam Meningkatkan Minat Baca

"Bacalah dan Tuhan-mu Yang Maha Pemurah. Yang telah mengajarkan manusia dengan pena. Yang telah mengajarkan manusia sesuatu yang tidak diketahuinya," Q.S. Al-Alaq, 3-5. Sejak Maret 2016, Najwa Shihab, jurnalis senior Indonesia, . . .
Selengkapnya

 

Opini  -  Senin, 22 Januari 2018 08:57
Balada Zaman, Krisis Teologi Al-Alaq!!!

Nampaknya zaman telah berubah. Revolusi digital ditandai dengan adanya media sosial menghubungkan manusia dengan apa yang disebut symbolic environment oleh Manuel Castells. Ketika realitas kehidupan kita dapat dikonstruksi . . .
Selengkapnya

 

Berita Daerah  -  Sabtu, 25 November 2017 13:33
LDK Syahid Sukses Adakan Kajian Internasional Bersama Syekh dari Palestina

PENELEHNEWS.COM Tangerang (23/11)LDK Syahid bersama dengan LDK Al-Birru STEI SEBI adakan kajian Internasional bertemakan Mengenal Palestina Lebih Dekat pada Kamis, 23 November 2017 lalu di Masjid Fatullah. Kajian Internasional . . .
Selengkapnya