Home/ sastra / Berita

Selasa, 22 November 2016 14:18 WIB

MENGGUGAT STATISTIKASI KESEJAHTERAAN NEGERI YANG MELAWAN CAHAYA TUHAN

Kover Buku Aji Dedi Mulawarman.

Bukannya sedang melawan pragmatisme jaman, dan, karenanya juga, dan tetap yakin, Tauhid tak bisa bercanda dengan jamannya, Tauhid selalu tegas menegasikan ilah-ilah, berhala-berhala dunia, sekaligus menegaskan Ilah Yang Esa. 

Apalagi bila kita melihat bahwa gagasan negara berkemakmuran dan berkesejahteraan yang dilakukan oleh Eropa Barat dan Amerika, dan sekarang juga dilakukan oleh Cina bahkan negeri ini menirunya habis-habisan. Semua refleksinya dioerientasikan pada materialisasi dalam bentuk angka-angka dan statistik apa itu yang disebut Indonesia makmur dan sejahtera, pertumbuhan ekonomi, termasuk outlook ekonomi tahunan yang gencar digelontorkan seperti menjelang akhir tahun gini ini atau bahkan kalau ada itu outlook sosial masyarakat, dan lain sebagainya. Semua ya semuanya memang takluk pada logika gagasan Evolusi Institusi Inklusif, potret kesejahteraan Neoliberalisme berbasis Materialisme Individual. 

Saya merasa kurang pas dengan cara pandang kemakmuran dan kesejahteraan karena diukur berdasarkan kemapanan materi, kecukupan sandang papan, kesehatan diri dan keluarga, serta kreativitas aktivitas bisnis yang menjamin kebebasan mengakses ladang-ladang ekonomi masyarakat dan lingkungan alamnya, bahkan lebih jauh kebebasan mengakses kebahagiaan tanpa dibatasi moralitas bahkan kaidah-kaidah kebaikan, apalagi agama.

Mengapa begitu? Cara pandang seperti itu dapat dilacak dari dasar berpikir metodologis dari mana sumber ilmu termasuk ekonomi dikembangkan, yaitu Positivisme yang mengedepankan model to explain and to predict. Semuanya merupakan gerakan materialisme empiricism baik yang kapitalistik liberal maupun sosialistik komunal (termasuk di dalamnya komunisme) untuk melegitimasi sifat dasar kemanusiaan Barat dan para followernya, yaitu Self Interest yang anti agama, anti Tuhan. Ya semuanya memang anti Tuhan. Kalaupun Tuhan ada pasti digeser menjadi marginal dan bahkan Deus Absconditus, Tuhan Disembunyikan saja. 

Apakah kita perlu melakukan perubahan sesuai logika seperti di atas? Yang jelas saya tidak mengikuti kaidah seperti itu, makanya negeri ini tidak pernah makmur dan sejahtera dalam koridor Ilahiyyah, karena ambigu dan melawan kepercayaannya sendiri, agama dan Tuhannya.

Allah pasti memberikan Cahaya Maha Cahaya-Nya pada setiap abdi-Nya, selama tetap mengikhlaskan diri sebagai umat Muhammad yang istiqomah dan terdepan, bak ombak yang menggulung lautan, bukannya buih di lautan. 

(Dikutip dari buku 2024 Hijrah untuk Negeri: Kehancuran atau Kebangkitan Indonesia (?) dalam Ayunan Peradaban). [] 

Baca Juga

 

Berita Daerah  -  Selasa, 20 Maret 2018 16:28
Peserta Sekolah Aktivis Peneleh Madura Sepakati Proyek Bersama

Penelehnews.com, Bangkalan- Aktivis Peneleh Regional Madura dengan sukses telah menyelesaikan Sekolah Aktivis Peneleh Regional Madura. Program yang berlangsung selama tiga hari tersebut dilaksanakan di Yayasan Ibnu Sabil, . . .
Selengkapnya

 

Berita Daerah  -  Selasa, 27 Februari 2018 21:29
Peneleh Research Institute Libatkan Diri bersama Masyarakat Desa Sukopuro

Rumahpeneleh.or.id, Kabupaten Malang- Selama 2 tahun, Peneleh Research Institute melibatkan diri bersama masyarakat Desa Sukopuro, kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Riset berpihak tidak hanya menghasilkan riset induktif . . .
Selengkapnya

 

 -  Rabu, 31 Januari 2018 23:47
Ruang Baca Mojo, Taman Baca Masyarakat di SoloPeran Pemuda dalam Meningkatkan Minat Baca

"Bacalah dan Tuhan-mu Yang Maha Pemurah. Yang telah mengajarkan manusia dengan pena. Yang telah mengajarkan manusia sesuatu yang tidak diketahuinya," Q.S. Al-Alaq, 3-5. Sejak Maret 2016, Najwa Shihab, jurnalis senior Indonesia, . . .
Selengkapnya

 

Opini  -  Senin, 22 Januari 2018 08:57
Balada Zaman, Krisis Teologi Al-Alaq!!!

Nampaknya zaman telah berubah. Revolusi digital ditandai dengan adanya media sosial menghubungkan manusia dengan apa yang disebut symbolic environment oleh Manuel Castells. Ketika realitas kehidupan kita dapat dikonstruksi . . .
Selengkapnya

 

Berita Daerah  -  Sabtu, 25 November 2017 13:33
LDK Syahid Sukses Adakan Kajian Internasional Bersama Syekh dari Palestina

PENELEHNEWS.COM Tangerang (23/11)LDK Syahid bersama dengan LDK Al-Birru STEI SEBI adakan kajian Internasional bertemakan Mengenal Palestina Lebih Dekat pada Kamis, 23 November 2017 lalu di Masjid Fatullah. Kajian Internasional . . .
Selengkapnya