Home/ Humaniora / Berita

Rabu, 26 Oktober 2016 04:06 WIB

Tujuan Datang Melamar, Malah Disuruh Nikah Langsung Oleh Ayah Calon Istrinya, Ini Ceritanya 

Foto Ilustrasi

Kemarin, Minggu 23 Oktober 2016 saya menemani adik khitbah di Majalengka. Dua minggu sebelumnya telah melangsungkan proses taaruf. Prosesnya memang sedemikian singkat dan seakan dimudahkan jalan. Dalam hati saya berdoa semoga kelak dimudahkan pula proses pernikahannya. Saat itu terjadi percakapan singkat dengan adik saya.

"Sudah Rizal siapkan cincinnya?  tanya saya.

"Sudah, mas," jawab Rizal.

"Kamu sudah mantap?"

"Insya Allah mantap."

"Kalau bisa setelah khitbah, jangan terlalu lama. Maksimal tiga bulan saja."

"Insya Allah, mas."

Untuk menyelenggarakan pernikahan, tiga bulan itu adalah waktu yang tidak terlalu cepat, juga tidak terlalu lama. Tapi kalau hanya mau nikah saja saat itu juga bisa asal memenuhi syarat kedua calon mempelai, wali, saksi, dan mahar, saat itu juga pun bisa langsung dinikahkan.

Sebagai anak pertama, saya berkesempatan menjadi wakil keluarga untuk menyampaikan maksud mulia ini. Saya sampaikan bahwa kedatangan dengan membawa serta keluarga utamanya adalah silaturahim sekaligus memperkenalkan keluarga. Kemudian saya sampaikan pula maksud kedatangan adalah mengkhitbah Umi Mukaromah untuk adik saya Ali Amrizal.

Dalam sejarah kehidupan saya, ini kali pertama saya melamarkan orang lain untuk dijadikan istri adik saya. Kalau menikahkan sudah pernah. Tepatnya menikahkan adik perempuan saya Nurmaulidianti. Meski sudah ada penghulu, saya sendiri yang menikahkan. Sudah seperti orang tua saja saya rupanya, hehehe.. 

Setelah menyampaikan maksud kedatangan, sesuatu yang tidak kami duga itu terjadi. Kami diterima langsung oleh ayahnya. Ia menyampaikan jika sudah dilangsungkan prosesi taaruf, sudah saling mengenal, maka tak ada lagi penghalang untuk segera melangsungkan pernikahan. "Yang mau menikah keduanya sudah saling mengenal, wali sudah ada, saksi ada, kedua keluarga menyaksikan. Jadi tidak ada alasan untuk tidak segera melangsungkan akad nikah." 

Alasan sang ayah di zaman sekarang tidak ada yang bisa menjamin isi hati seseorang. Kelihatannya terpisah oleh jarak, fisik bisa jadi tidak berhadapan, tapi siapa bisa menjamin bisa terjaga dari kemaksiatan. Baru lamaran dan belum halal, seolah telah memiliki segalanya. Demi menghindari fitnah yang demikian, sang ayah mengambil sebuah keputusan hebat sesuai syariat dengan langsung menikahkan putrinya saat dikhitbah.

Karena sudah mantap, adik saya pun, langsung mengiyakan. Akhirnya cincin yang sedianya akan dijadikan sebagai pengikat dalam prosesi khitbah, dijadikan mahar. Ditambah ada uang tunai tujuh ratus ribu sebagai tambahan mas kawin. Memang sama sekali tidak direncanakan. Betapa mudahnya Islam, sampai-sampai urusan mahar juga begitu dirmudahkan. Allhumma yassir, wala tu'assir.

Tak satu pun dari kami menduga bahwa ternyata hari itu langsung akad nikah!  Jika ada yang mudah, kenapa harus dipersulit. Saya baru melihat bahwa ternyata proses pernikahan dalam Islam ternyata sesederhana ini. Haru sekaligus bahagia bersatu padu di hari bahagia itu.

Barakallah wa baraka alaikuma wajama'a bainakuma bikhoir. Semoga Allah memberkahi pernikahan kalian.[] 

 

Pendidikan  -  Sabtu, 14 Oktober 2017 18:40
PRI Adakan Pembukaan Sekolah Penelitian 

PENELEHNEWS.COM, Malang- Hari ini, 14 Oktober 2017, Peneleh Research Institute (PRI) mengadakan diskusi terbuka tentang penelitian dengan tema "Penelitian asal jadi, jadi-jadian, ataukah menjadikan?"Pemandu atau pemantik pada . . .
Selengkapnya

 

Humaniora  -  Sabtu, 14 Oktober 2017 14:26
Aktivis Peneleh Palu Berbagi bersama Adik-adik Panti Asuhan Darut Taqwa Palu

PENELEHNEWS.COM, Palu- Pagi ini (14 Oktober 2017), Aktivis Peneleh Palu menyelenggarakan kegiatan bersama adik-adik Panti Asuhan Darut Taqwa, Palu. Kegiatan kegiatan yang diikuti sekitar 10 anak panti ini berlangsung sejak pagi . . .
Selengkapnya

 

Pendidikan  -  Selasa, 10 Oktober 2017 13:13
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UIN Jakarta: LDK Syahid jadi Contoh Akhlakul Karimah di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

PENELEHNEWS.COM, Tangerang- LDK Syahid menjadi contoh akhlakul karimah di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, begitulah ungkapan wakil rektor bidang kemahasiswaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof.Dr.Yusron Razak, MA saat diwawancarai . . .
Selengkapnya

 

Berita Daerah  -  Kamis, 05 Oktober 2017 11:58
Tafsir Surat An Nuur 59 di Masjid Nurul Ashri Yogyakarta 

Penelehnews.com - Sleman, pada Senin (25/9/2017) Kajian Muslim (Kamus) dan Pengurus Takmir Masjid Nurul Ashri (Nurash) Deresan mengadakan Ngaji tafsir Al-Qur’an bersama Ustadz Syatori Abdurrauf di Masjid Nurul Ashri Deresan. . . .
Selengkapnya

 

Opini  -  Kamis, 05 Oktober 2017 11:09
Makna Tahun Baru bagi Indonesia 

Apa yang anda pikirkan ketika mendengar kata Hijriyah? Apa yang anda pikirkan ketika mendengar kata tahun baru? Pekan lalu, umat islam sedunia memperingati pergantian tahun hijriyah dari tahun 1438 Hijriyah ke 1439 Hijriyah. . . .
Selengkapnya