Home/ Humaniora / Berita

Kamis, 01 September 2016 19:58 WIB

Anak - anak Yatim Menangis dan Bingung Pantinya di Gusur

Foto : korban penggusuran do'a dan sholat sambil menangis

Penelehnews.com, Jakarta - Puluhan anak-anak panti asuhan Yayasan Shohibul Istiqomah, Jalan Rawajati Barat III, RT 09 RW 04 Kelurahan Rawajati, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, harus merelakan bangunannya dirobohkan oleh alat berat. Sebagian anak-anak seumuran SD itu tampak mengucurkan air mata. Namun, saat debu-debu berterbangan membuat anak-anak itu terpaksa merengsek masuk ke pagar Apartemen Kalibata City.

Di dalam pagar apartemen mewah itu mereka duduk ditemani beberapa pengasuhnya. Salah satu anak yatim tersebut, Putri (11)terus menangis meratapi yayasan yang telah ditempatinya selama setahun tersebut. "Saya sedih karena sudah setahun tinggal di situ,"ucap siswa kelas 6 SD tersebut, Kamis (1/9).

Begitu juga dengan temannya, Bintang (12) ia hanya terdiam meratap lantaran tidak mengetahui akan tinggal di mana setelah penggusuran itu.

Pengasuh tertua di Yayasan tersebut, Suyasih (60)turut duduk di tengah-tengah anak asuhnya tersebut. Menurut dia, bangunan tersebut sudah berdiri selama 25 tahun. "Yayasan ini sudah 25 tahun di sini, itu sudah ada yang keluar, udah ada yang jadi oranglah," kata Suyasih.

Menurut wanita yang biasa dipanggil Uwa tersebut, yayasannya saat ini tengah menampung sekitar 35 anak yatim. Namun, Uwa kini mengaku bingung dengan nasib anak asuhnya karena harus terlantar untuk sementara waktu. Padahal, kata dia, sebenarnya sebelumnya dirinya secara pribadi sudah setuju untuk dipindahkan.

"Ya wong ini tanah pemerintah wajib keluar, udah mau keluar tapi saya tidak boleh sama warga  yang lain. Saya sih sudah siap, sudah dikasih peringatakan 1, 2, dan 3, cuma saya gak boleh sama warga yang tidak mau pindah,"ucap dia.

Uwa mengatakan, Pemerintah Kota Jakarta Selatan pernah menjanjikan kepada warga akan menyediakan Rusun di Jakarta Selatan untuk warga dan pengganti panti asuhannya itu. Namun, hingga kini belum terealisasikan secara nyata.  "Kalau begini saya yang repot. Kasihan anak-anak jadinya. Kalau saya, seminggu sebelumnya sudah siap (untuk pindah),"ucap dia. 


Sumber : www.republika.co.id

 

 -  Rabu, 31 Januari 2018 23:47
Ruang Baca Mojo, Taman Baca Masyarakat di SoloPeran Pemuda dalam Meningkatkan Minat Baca

"Bacalah dan Tuhan-mu Yang Maha Pemurah. Yang telah mengajarkan manusia dengan pena. Yang telah mengajarkan manusia sesuatu yang tidak diketahuinya," Q.S. Al-Alaq, 3-5. Sejak Maret 2016, Najwa Shihab, jurnalis senior Indonesia, . . .
Selengkapnya

 

Opini  -  Senin, 22 Januari 2018 08:57
Balada Zaman, Krisis Teologi Al-Alaq!!!

Nampaknya zaman telah berubah. Revolusi digital ditandai dengan adanya media sosial menghubungkan manusia dengan apa yang disebut symbolic environment oleh Manuel Castells. Ketika realitas kehidupan kita dapat dikonstruksi . . .
Selengkapnya

 

Berita Daerah  -  Sabtu, 25 November 2017 13:33
LDK Syahid Sukses Adakan Kajian Internasional Bersama Syekh dari Palestina

PENELEHNEWS.COM Tangerang (23/11)LDK Syahid bersama dengan LDK Al-Birru STEI SEBI adakan kajian Internasional bertemakan Mengenal Palestina Lebih Dekat pada Kamis, 23 November 2017 lalu di Masjid Fatullah. Kajian Internasional . . .
Selengkapnya

 

Berita Daerah  -  Rabu, 22 November 2017 05:40
LDK Syahid Jadikan Masjid Kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Sebagai Pusat Peradaban

PENELEHNEWS.COMTangerang (21/11) LDK Syahid akan menjadikan masjid kampus yang dikenal dengan masjid Al-Jamiah sebagai pusat peradaban kampus. Hal ini didukung dengan pernyataan rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof.Dr.Dede Rosyada, . . .
Selengkapnya

 

Berita Daerah  -  Senin, 30 Oktober 2017 16:28
LDK Syahid UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Bentuk Akhlakul Karimah dengan Gerakan Ajak Kebaikan di Lingkungan Kampus

LDK Syahid UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Bentuk Akhlakul Karimah dengan Gerakan Ajak Kebaikan di Lingkungan Penelehnews.com - Tangerang. LDK Syahid terus memunculkan program-program kerja terutama terkait dengan keislaman . . .
Selengkapnya