Home/ Opini / Berita

Selasa, 08 Januari 2019 16:10 WIB

Englishopedia, Tempat Kursus Bahasa Inggris Gratis di Jogja

Penelehnews.com, Jogja- Mendapatkan pendidikan yang layak sebagai warga negara adalah hal yang sangat utama dalam menjalani hidup terutama dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat di masa mendatang. Dalam hidup ini setiap manusia membutuhkan apa yang dinamakan dengan Ilmu, dengan Ilmu setiap manusia dapat berkembang menjadi apa yang diinginkan, menjadi seperti apa yang dicita-cita kan, dan mampu bersaing dengan manusia lain dalam berbagai aspek kehidupan.

Hal inilah yang membuat Waryono (41) tergerak untuk mendirikan lembaga kursus bahasa inggris 'Englishopedia' di Yogyakarta. Selama ini mungkin banyaklembaga kursus mematok harga tinggi untuk belajar bahasa Inggris, tetapi Englishopedia justru memberikan harga yang sangat murah, bahkan gratis bagi siapapun yang ingin belajar. Pria kelahiran Ciamis, 7 September 1977 itu menuturkan pendirian kursus berawal dari Speaking Club UGM pada 2002. Pada awalnya, ia dan kelompoknya mulai menarik iuran Rp 5.000 pada anggota.

Waryono tidak berniat mencari keuntungan finansial lewat kursus Bahasa Inggris yang didirikannya sejak 2009 lalu. Uang itu digunakan untuk mendanai operasional kelompok dan membantu anak kurang mampu. Iuran yang terkumpul itu dimanfaatkan untuk membeli meja, kursi, kipas angin dan papan tulis. Hingga kini, Englishopedia memiliki program "Kursus Inggris Gratis". 

Pria yang akrab disapa Yono ini masih ingat saat kecil memiliki keinginan mengikuti kursus bahasa Inggris. Namun keinginannya terhambat karena tidak memiliki biaya lantaran berasal dari keluarga tidak mampu, dia rela keinginannya tak dapat dipenuhi. Baginya dapat menikmati bangku sekolah saja sudah bersyukur. Mengetahui dirinya tak bisa mengikuti kursus, Yono pun semangat mempelajari bahasa Inggris secara otodidak. Sebab dia tau, bahasa Inggris adalah bahasa yang digunakan warga dunia untuk berkomunikasi. Hingga akhirnya setelah lulus SMA, dia melanjutkan pendidikan tinggi dengan mengambil jurusan bahasa Inggris di UGM.

"Dulu saya pernah merasakan jadi orang miskin, dan betapa pahitnya ketika tidak bisa kursus inggris karena tidak punya uang. Lebih menyakitkan lagi, saat bahasa inggris sudah menjadi trend internasional, tapi tidak semua level masyarakat bisa mempelajarinya," jelas Yono, pendiri Englishopedia, di depan murid-muridnya. 

Yono mengajar di sebuah garasi di Jalan Pattimura Nomor 7 Kotabaru, Yogyakarta. Garasi itu merupakan garasi bekas tempat ia kos. Karena sudah dianggap seperti anak sendiri, ibu kos Yono memberikan izin untuk menempati garasi sebagai tempat kursus Bahasa Inggris. Ia mengaku membuat kursus Bahasa Inggris dengan harga murah karena ingin memberi akses pada anak-anak yang tidak mampu secara ekonomi. Sebab di Yogya, kursus Bahasa Inggris termasuk kursus mahal. 

Walaupun kursus gratis, kualitas pengajaran di tempat kursusnya tidak kalah dari tempat mahal. Ia mengaku memiliki metode pengajaran berbeda yang selaras dengan cara otak bekerja. Kursusnya itu hanya terdiri dari dua level, yaitu intermediate dan advance. Kegiatan belajar berlangsung setiap Senin dan Kamis mulai pukul 16.00 WIB sampai 21.00 WIB. 

Yono menjelaskan kebanyakan muridnya merupakan mahasiswa dan umum. Sampai saat ini, jumlah siswa yang sudah diajarnya mencapai 500 orang. Bahkan, ada siswanya yang kini sudah berada di luar negeri. Selama mengajar, ia menyimpulkan bahwa orang Indonesia memiliki kecerdasan luar biasa dalam mempelajari Bahasa Inggris. Tapi, mereka hanya kurang dalam cara pengucapannya. Sehingga, ia hanya sedikit memberikan dasar dan kekuatan berbicara bahasa Inggris.

"Karena semua orang berhak atas pendidikan. Saya tidak ingin lembaga ini berhenti. Harapan saya, ada pihak lain yang bersedia membantu," ucap Waryono yang saat ini masih bekerja di beberapa lembaga kursus bahasa Inggris. Murid Englishopedia, Satafa mengaku, Kursus bahasa Inggris di Englishopedia sangat bermanfaat dan menyenangkan, tentunya tidak kalah dengan lembaga pendidikan bahasa inggris lainnya. Pembelajaran di Englishopedia, menarik dan efektif. Sebab antara murid dan tentor selalu berinteraksi menggunakan bahasa Inggris, sesekali di iringi canda dan tawa.

Bagi sosok Waryono, prestasi sosialnya bukan melulu soal piagam dan penghargaan. Sebagai satu-satunya pengajar di Englishopedia, ia meluangkan beberapa hari tiap pekan untuk beramal melalui ilmu. Sementara di hari lain, ia mengajar di lembaga lainnya dan sesekali menjadi MC di event internasional untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Disamping itu, Waryono juga masih bersedia menyediakan hari lain bagi tambahan siswa yang serius belajar bahasa inggris. Selain program itu, tersedia pula program belajar TOEFL & IELTS Preparation dengan biaya kurang dari Rp 400.000 (dilengkapi modul). Dibandingkan dengan lembaga kursus lain yang biasanya mematok harga jutaan, angka ini tentu saja tidak seberapa.

"Pada dasarnya sama di semua kursus inggris, yang diajarkan ya begini-begini aja. Pokoknya di sini murah, tapi nggak murahan," ujarnya. 

Baca Juga

Opini
Kamis, 06 Desember 2018 04:17
STRATEGI RAMPUNGKAN SKRIPSI ALA HUMANIORA

 

Opini
Jumat, 06 Juli 2018 10:29
Generasi Muda Harus Melek Sejarah

 

Opini
Selasa, 05 Juni 2018 09:26
Cerpen: Cinta Paimin Painem

 

Opini
Senin, 22 Januari 2018 08:57
Balada Zaman, Krisis Teologi Al-Alaq!!!

 

Opini
Senin, 30 Oktober 2017 15:13
Demokrasi dan Bui untuk Kami

 

Opini
Kamis, 05 Oktober 2017 11:09
Makna Tahun Baru bagi Indonesia 

 

 

Opini  -  Selasa, 08 Januari 2019 16:10
Englishopedia, Tempat Kursus Bahasa Inggris Gratis di Jogja

Penelehnews.com, Jogja- Mendapatkan pendidikan yang layak sebagai warga negara adalah hal yang sangat utama dalam menjalani hidup terutama dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat di masa mendatang. Dalam hidup ini setiap . . .
Selengkapnya

 

Opini  -  Kamis, 06 Desember 2018 04:17
STRATEGI RAMPUNGKAN SKRIPSI ALA HUMANIORA

Oleh : Destri Andriani Skripsi menjadi cemilan yang paling mengenyangkan bagi mahasiswa perguruan tinggi di tingkat akhir. Apapun strata sosialnya, cantik ataupun gantengnya, aktif atau tidak di organisasinya, rajin ataupun malasnya, . . .
Selengkapnya

 

Berita Daerah  -  Rabu, 05 September 2018 14:11
Dr. Ari Kamayanti Isi Materi di FGD Politeknik Imigrasi

Penelehnews.com, Malang- Dr. Ari Kamayanti, Peneliti Senior Peneleh Research Institute, memberi materi di acara Focus Group Discussion yang diadakan oleh Politeknik Imigrasi.Acara yang bertema Pengembangan Kurikulum, Akreditasi, . . .
Selengkapnya

 

Berita Daerah  -  Selasa, 28 Agustus 2018 14:31
Pendaftaran Peneleh Youth Volunteer Camp IV Blitar

Penelehnews.com, Blitar- Peneleh Youth Volunteer Camp (PYVC) kembali membuka pendaftaran peserta. Kali ini, PYVC akan diselenggarakan di Blitar, Jawa Timur.Sebelumnya, PYVC III yang diadakan di Kediri, mengambil tema tentang budaya. . . .
Selengkapnya

 

Berita Daerah  -  Senin, 27 Agustus 2018 08:45
Aktivis Peneleh Surabaya Menyepakati Proyek Bersama

Rumahpeneleh.or.id, Surabaya- Peserta Sekolah Aktivis Peneleh Regional (SAPR) Surabaya berhasil menyusun proyek bersama, yang dinamai Wadoel (Wayahe Doelanan). Proyek ini berbasis temuan dan data penelitian yang dilakukan . . .
Selengkapnya