Home/ Opini / Berita

Kamis, 06 Desember 2018 04:17 WIB

STRATEGI RAMPUNGKAN SKRIPSI ALA HUMANIORA

Oleh : Destri Andriani S

kripsi menjadi cemilan yang paling mengenyangkan bagi mahasiswa perguruan tinggi di tingkat akhir. Apapun strata sosialnya, cantik ataupun gantengnya, aktif atau tidak di organisasinya, rajin ataupun malasnya, semua mahasiswa/i pasti akan mengalami proses skripsi.

Skripsi adalah nama lain dari jembatan mahasiswa untuk merampungkan dunia akademiknya di perguruan tinggi sebelum nama belakang bertambah gelarnya. Tanpa skripsi selesai, apalah daya perjuangan bertahun-tahun yang ditempuh dengan biaya, pikiran, perjuangan dan lainnya.

Sebagai mahasiswa, rasa apatis terhadap penyelesaian skripsi pasti ada. Banyak permasalahan yang dialami mahasiswa semester akhir dalam menempuh skripsinya. Mulai dari belum menemukan topik pembahasan yang pas, kendala ACC proposal skripsi, dosen yang sulit untuk dimintai bimbingan, krisis finansial, mengenal dunia pekerjaan karna tuntutan hidup, sampai urusan pernikahan.

Dalam menjalani masa skripsi, terkadang usia rentan mengalami quarter life crisis. Tidak sedikit yang merasa 'baik-baik saja' dalam menjalani segala keperluan tugas akhirnya. Quarter life crisis wajar dialami manusia dengan usia yang beranjak dewasa. Fase-fase galau memikirkan berbagai hal mulai muncul dan bahkan merumitkan pemikirnya. Tapi hal tersebut tak lantas membuat kita diam dan menunggu keajaiban 'dengan bobok manis semua masalah dan skripsi akan selesai’' (hehehe). Bagaimanapun kondisinya, tugas akhir yang bernama skripsi harus dituntaskan. Bukan cuma skripsi, segala masalah pun harus disegerakan penyelesaiannya. Agar semakin bertambah kadar kuatnya diri kita dalam menghadapi masalah.

Sebelum memulai skripsi, ada beberapa langkah yang perlu kamu pahami. Tidak sedikit yang bimbang, bingung, dan malas untuk memulai. Tapi hal tersebut wajar. Semuanya mengalami pada masanya, kadarnya dan prosesnya masing-masing.

Berikut ini ada beberapa langkah strategis ala mahasiswa Humaniora dalam menyelesaikan tugas skripsi.

  1. Banyakin baca dan diskusi

Kalau kamu bertanya,"Bagaimana cara mengerjakan skripsi?, Bagaimana menemukan judul, tema, topik?, Bagaimana memulai skripsi?." Jawabannya ada di bacaan kamu sendiri. Sejauh mana kamu membaca, sejauh itulah kamu akan menemukan tema-tema, ketertarikan dan apapun yang membuat kamu mencintai pembahasan skripsimu. Maka kunci utama dari segala arah skripsimu mau dibawa kemana adalah pada bacaanmu. Selain membaca, banyak-banyaklah diskusi dengan senior yang sudah berpengalaman, dosen jurusan ataupun lintas jurusan yang masih linier dengan bidang keilmuanmu. Hal tersebut sangat perlu untuk menumbuhkan perspektif kamu, menajamkan analisis dan daya kritismu terhadap topik-topik penelitianmu.

  1. Tentukan tema

Kamu bisa mengawali skripsimu dengan tema yang kamu sukai dan dalami. Semakin kamu terkontak dengan tema tertentu, maka akan semakin kamu menggali dan penasaran untuk memetakan puing-puing sumbernya. Kunci lancar mengerjakan skripsi adalah jangan pernah merasa terbebani dengan tema yang kamu angkat. Kalau kamu merasa terbebani, bagaimana kamu bisa menikmati prosesnya dan puas akan hasilnya nanti, bukan?. Maka, sebelum memulai harap cermat-cermatlah menentukan tema yang pas dengan passion dan kecenderungan keilmuanmu. Agar separuh hidupmu nanti bisa kau habiskan dengan rasa enjoy menghadapi rintangan proses tuntasnya skripsi.

  1. Temukan masalah

Terkadang, banyak mahasiswa yang tidak paham akan "masalah" dari skripsi yang diangkatnya sendiri. "Masalah" yang dibahas adalah benang merah dan poin penting dari skripsimu. Mau dibawa kemana skripsimu nanti, kalau tidak paham dengan "masalah" yang diangkat tentu kamu akan rumit dalam menentukan goal akhirnya. Maka, tentukan "masalah" dalam pembahasanmu dengan cerdas. Karna bobot dari skripsi bisa juga dilihat dari bagaimana kamu merumuskan atau mengeksplor "masalahnya". Selain "masalah", kamu pun harus paham metodologi penelitian skripsimu. Agar semakin mantap dalam menyusunnya dengan metodologi yang benar dan bukan asal-asalan.

  1. Buat outline

Agar skripsi lebih terarah dan memudahkanmu dalam menggali sumber, lebih baik buat outline sedini mungkin setelah kamu menjabarkan latar belakang dan permasalahan. Hal ini juga untuk meminimalisir kebuntuanmu di tengah jalan. Kalau kamu sudah menentukan detail pembahasan per babnya, kamu bisa mengidentifikasi sumber-sumbermu akan kamu cari dimana, tujuannya kemana dan titik akhirnya akan seperti apa.

  1. Pastikan hipotesis penelitianmu bukan "perkiraan’' pribadi

Hipotesis adalah dugaan sementara yang menjadi sebuah langkah untuk mengetahui goal atau temuan dari skripsimu akan seperti apa dan bagaimana. Sebisa mungkin, sedari awal mengerjakan skripsi, kamu harus paham bagaimana kamu memetakan temuan-temuan dari penelitianmu. Dengan berbagai sumber yang ada, coba pahami sebaik mungkin, analisis dengan kritis dan jangan asal memberi perkiraan terhadap hipotesismu. Karena apabila kamu memulai semuanya dari perkiraan, kamu akan stuck di tengah perjalanan. Solusinya, banyak-banyak melakukan kritik terhadap sumber yang sudah kamu dapat sebelum kamu berasumsi untuk hipotesismu.

  1. Perkaya sumber primer ataupun sekunder

Sumber primer adalah sumber yang bersentuhan langsung dengan peristiwa yang ada. Jika skripsimu berharap kuat dalam hal sumber, maka perbanyaklah dengan melibatkan berbagai sumber primer. Selain itu, sumber sekunder juga ikut menyokong analisismu nanti. Maka selain sumber primer, tulisan harus ditunjang dengan sumber sekunder juga agar lebih kaya akan perspektif dan tidak monoton dalam proses interpretasi.

  1. Pertimbangkan dosen pembimbing

Sebelum menetapkan dosen pembimbing, pastikan dosen pilihanmu adalah dosen yang tepat. Dosen yang bersedia meluangkan banyak waktu untuk membimbingmu, mampu menjadi teman diskusi dikala kamu kebingungan di tengah perjalanan proses skripsi, dan mampu menjadi wadah bagimu untuk menyampaikan segala unek-unek skripsi. Terkadang banyak dosen yang bersedia menjadi dosen pembimbing tapi tidak menyempatkan untuk membimbing. Akhirnya tidak sedikit mahasiswa yang rajin tapi lama tuntas karena kendala di dosen pembimbing.

  1. Susun skripsi sesuaikan dengan temuan sumber

Ketika kamu menemukan berbagai sumber skripsi di setiap heuristik atau pencarian sumbermu, maka sebisa mungkin catat apa yang ada dan usahakan jangan bercecer. Kamu perlu rutin mengolah apa yang sudah didapat dalam penelusuran sumber. Bukan ditimbun begitu saja tanpa ada pengolahan data. Karena apabila kamu sudah banyak mencari sumber dan tidak segera dioleh, bisa jadi apa yang sudah kamu dapat banyak yang sia-sia karena terlupa dan tercecer dimana-mana.

  1. Kalau lelah, istirahat! Bukan berhenti

Di tengah perjalanan skripsian, kalau kamu merasa lelah dengan berbagai sumber yang sulit, revisian berkali-kali oleh dosen, terkendala masalah finansial dan apapun yang melanda, maka jangan menyerah. Jika kamu lelah, maka istirahatlah dan jangan sekali-kali memutuskan untuk berhenti. Sesuatu yang berhenti terkadang sulit untuk dibangun lagi. Harus ‘warning’ dengan diri sendiri apabila virus ‘malas’ mulai menjamur menyelimuti hari-harimu. Jangan kamu ikuti kemalasanmu karena hal tersebut tidak berarti apa-apa untuk kemajuan hidupmu.

  1. Hari-harimu jangan hanya fokus pada skripsi

Setiap kamu merasa fokus pada satu hal, di saat itu sebenarnya titik fokusmu sedang dipertanyakan. Fokusmu jangan kamu biarkan hanya pada satu hal. Karena hal tersebut rawan adanya waktu yang terulur-ulur dan disaat itulah kamu menjadi tidak fokus lagi. Semakin waktumu longgar, maka kamu akan lebih sering mengabaikan banyak kesempatan. Solusinya, cari kegiatan lain yang tidak terlalu padat, di mana hal tersebut mampu membuat kamu refresh dari segala rutinitas penat dalam proses skripsian.

  1. Bimbingan bawa bahan

Setiap kali bimbingan, usahakan isi kepalamu penuh dengan bahan untuk diskusi dengan dosen. Bukan asal bertemu dan bimbingan, tapi ada hal baru yang harus selalu kamu dapat dari pertemuan tersebut. Terkadang dalam mengerjakan skripsi dan stuck di sumber atau pembahasan, mahasiswa terlalu terburu-buru memutuskan untuk menggalaukan diri dan tak segera minta solusi ke dosen. Padahal setiap kali bimbingan, kamu bisa langsung minta solusi dari segala permasalahan skripsimu kepada dosenmu. Jangan pernah minder dan takut, karna tanpa komunikasi dengan dosen pembimbing, skripsimu tak akan berjalan lancar.

  1. Dalami dan berlakukan target pribadi

Mengerjakan skripsi perlu adanya pendalaman materi. Bukan asal mengerjakan dan asal selesai. Target pun penting untuk dibuat. Atur beberapa strategi agar skripsimu segera tuntas. Tidak terbawa arus dan kebingungan dalam berproses. Buatlah deadline dan chalenge pribadi serta apresiasi diri kamu sendiri jika tuntas dalam deadline yang sudah dibuat. Adanya deadline perlu adanya, dengan tujuan untuk menjadikan skripsimu segera selesai dan paham arahnya.

  1. Jangan mudah puas

Kalau kamu sudah menemukan banyak sumber, sudah melakukan kritik sumber dan interpretasi bahkan menuangkan dan menulis hasilnya, kamu harus tetap menggali temuanmu dan analisismu. Jangan pernah cepat merasa puas dengan apa yang sudah didapat dan dicapai dalam berproses. Sehebat-hebatnya kamu, masih ada yang lebih hebat. Terus gali, baca lagi dan temukan kelemahan skripsimu agar kamu bebas dari bantaian saat sidangmu nanti.

  1. Berhenti melihat pencapaian orang lain

Saat kamu sedang istirahat dari rutinitas, terus fokus dengan proses dan pencapaian pribadi. Terkadang rumput tetangga lebih hijau, proses tetangga lebih mulus atau pencapaian orang lebih keren. Hal tersebut cukup dijadikan sebagai hiburan dan motivasi saja dan tak lantas menjadikanmu iri akan pencapaian teman-temanmu. Teruslah melanjutkan prosesmu dan jangan pernah membanding-bandingkan hidup dan prosesmu dengan orang lain. Semua mengalami masa dan peluangnya masing-masing. Semua ada bagiannya.

  1. Nikmati dan syukuri prosesmu

Kunci dalam menghadapi dan menyelesaikan persoalan adalah dengan menikmati setiap prosesnya dan mensyukuri apa yang ada. Setiap orang punya jalannya masing-masing. Tugasmu cukup menikmatinya setiap detailnya dan melibatkan syukur didalamnya.

  1. Serius, santai, selesai!

Pelan-pelan semua akan berlalu pada masanya. Teruslah berlaku serius dalam menjalani dan menyelesaikan skripsi. Ada masanya untuk santai dan meluangkan waktu dalam menyelami prosesnya. Asal semua selesai pada saatnya, diwaktu yang terbaik dan disaat yang tepat dalam koridor ridho-Nya.

Selamat melanjutkan perjuangan skripsimu. Skripsi bisa menjadi jembatan yang mempercepat atau bahkan kendala yang merumitkan bagi mahasiswa. Maka baik-baiklah dalam mengatur strategi!

Baca Juga

Opini
Jumat, 06 Juli 2018 10:29
Generasi Muda Harus Melek Sejarah

 

Opini
Selasa, 05 Juni 2018 09:26
Cerpen: Cinta Paimin Painem

 

Opini
Senin, 22 Januari 2018 08:57
Balada Zaman, Krisis Teologi Al-Alaq!!!

 

Opini
Senin, 30 Oktober 2017 15:13
Demokrasi dan Bui untuk Kami

 

Opini
Kamis, 05 Oktober 2017 11:09
Makna Tahun Baru bagi Indonesia 

 

Opini
Selasa, 03 Oktober 2017 05:18
Membangun Nasionalisme  Pemuda

 

 

Opini  -  Kamis, 06 Desember 2018 04:17
STRATEGI RAMPUNGKAN SKRIPSI ALA HUMANIORA

Oleh : Destri Andriani Skripsi menjadi cemilan yang paling mengenyangkan bagi mahasiswa perguruan tinggi di tingkat akhir. Apapun strata sosialnya, cantik ataupun gantengnya, aktif atau tidak di organisasinya, rajin ataupun malasnya, . . .
Selengkapnya

 

Berita Daerah  -  Rabu, 05 September 2018 14:11
Dr. Ari Kamayanti Isi Materi di FGD Politeknik Imigrasi

Penelehnews.com, Malang- Dr. Ari Kamayanti, Peneliti Senior Peneleh Research Institute, memberi materi di acara Focus Group Discussion yang diadakan oleh Politeknik Imigrasi.Acara yang bertema Pengembangan Kurikulum, Akreditasi, . . .
Selengkapnya

 

Berita Daerah  -  Selasa, 28 Agustus 2018 14:31
Pendaftaran Peneleh Youth Volunteer Camp IV Blitar

Penelehnews.com, Blitar- Peneleh Youth Volunteer Camp (PYVC) kembali membuka pendaftaran peserta. Kali ini, PYVC akan diselenggarakan di Blitar, Jawa Timur.Sebelumnya, PYVC III yang diadakan di Kediri, mengambil tema tentang budaya. . . .
Selengkapnya

 

Berita Daerah  -  Senin, 27 Agustus 2018 08:45
Aktivis Peneleh Surabaya Menyepakati Proyek Bersama

Rumahpeneleh.or.id, Surabaya- Peserta Sekolah Aktivis Peneleh Regional (SAPR) Surabaya berhasil menyusun proyek bersama, yang dinamai Wadoel (Wayahe Doelanan). Proyek ini berbasis temuan dan data penelitian yang dilakukan . . .
Selengkapnya

 

Berita Daerah  -  Sabtu, 11 Agustus 2018 10:12
Pengumuman Peserta Peneleh Youth Volunteer Camp III 

Penelehnews.com, Kediri- Berikut nama-nama calon peserta yang berhak mengikuti seluruh rangkaian Program PYVC III Kediri.PYVC adalah salah satu jalur pengkaderan yang dilakukan oleh Yayasan Rumah Peneleh. Di PYVC ini fokus pada . . .
Selengkapnya