Home/ Berita Daerah / Berita

Senin, 27 Agustus 2018 08:45 WIB

Aktivis Peneleh Surabaya Menyepakati Proyek Bersama

Rumahpeneleh.or.id, Surabaya- Peserta Sekolah Aktivis Peneleh Regional (SAPR) Surabaya berhasil menyusun proyek bersama, yang dinamai Wadoel (Wayahe Doelanan). Proyek ini berbasis temuan dan data penelitian yang dilakukan selama SAPR, yaitu terhadap siswa-siswa Sekolah Dasar Mardi Putera Surabaya.

Sesi foto bersama peserta Sekolah Aktvis dengan Ketua Yayasan Rumah Peneleh, Dr. Aji dedi M. dan Koordinator Rumah Kader jang Oetama, Dr. Ari Kamayanti, usai menerima materi.

Untuk sampai pada keputusan menyepakati proyek ini, berbagai kegiatan dilakukan. Di antaranya menggali data sebagai rujukan pembuatan ide,  diskusi dengan sesama peserta, dan menerima materi dari berbagai narasumber yang faham betul terhadap persoalan siswa.

Peserta Sekolah Aktivis Peneleh Surabaya saat berinteraksi dengan adik-adik SD Mardi Putera. Interaksi ini bertujuan menggali data dan informasi berkaitan dengan perilaku siswa kepad guru, orang tua, dan sesama teman.

Program ini memilik tujuan:
1. Membangun hubungan sosial dan kepedulian terhadap anak
2. Melestarikan permainan tradisional yang semakin ditinggalkan
3. Meningkatkan pemahaman siswa terkait nilai luhur bangsa Indonesia melalui dan di dalam permainan tradisional
4. Meningkatkan interaksi sosial antar anak, guru, dan orang tua siswa
5. Mengalihkan siswa dari perilaku penyimpanan norma sosial
6. Mengalihkan siswa dari permainan berbasis game online maupun offline yang minim terjadi interaksi sosial.

Dari deskripsi tujuan tersebut dapat dipahami, bahwa persoalan disrupsi relasi, interaksi, dan komunikasi sosial oleh smartphone dan internet semakin menggelisahkan, yang membuat siswa semakin jauh dari nilai-nilai luhur bangsa yang sejak dulu mengakar dan mengurat dalam hidup keseharian masyarakat.

Peserta Sekolah Aktivis Surabaya saat diskusi membahas proyek bersama. Proyek ini akan dilaksanakan setelah selesai sekolah aktivis.

Akan tetapi, berdasar temuan di lapangan, siswa semakin tidak mengenal nilai-nilai itu, dan ini membuat kepala sekolah khawatir akan masa depan anak dan eksistensi nilai-nilai itu.

Oleh karenanya, Aktivis Peneleh Regional Surabaya menyusun sebuah program berbasis budaya dan kebangsaan. Program ini akan diselipi juga spesialis nilai, terutama yang berkaitan dengan moralitas dalam kehidupan sehari-hari.


Baca Juga

 

Politik  -  Sabtu, 20 April 2019 12:06

Penelehnews.com, Singosari- Angka dan Statistik mulai dipertanyakan keabsahannya secara moral hari-hari ini, begitu selesai pencoblosan dalam rangka pemilihan umum serentak untuk memilih Presiden, anggota Legislatif, dan . . .
Selengkapnya

 

Berita Daerah  -  Sabtu, 20 April 2019 12:04
Aktivis Peneleh Surabaya Bedah Tema Sekolah Aktivis 

Penelehnews.com, Sidoarjo- Tanggal 19-21 April 2018, Aktivis Peneleh Regional Surabaya melangsungkan Sekolah Aktivis Peneleh Regional (SAPR). Agenda ini dilaksanakan di Pesantren Mukmin Mandiri Sidoarjo, diikuti oleh aktivis dari . . .
Selengkapnya

 

Opini  -  Selasa, 08 Januari 2019 16:10
Englishopedia, Tempat Kursus Bahasa Inggris Gratis di Jogja

Penelehnews.com, Jogja- Mendapatkan pendidikan yang layak sebagai warga negara adalah hal yang sangat utama dalam menjalani hidup terutama dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat di masa mendatang. Dalam hidup ini setiap . . .
Selengkapnya

 

Opini  -  Kamis, 06 Desember 2018 04:17
STRATEGI RAMPUNGKAN SKRIPSI ALA HUMANIORA

Oleh : Destri Andriani Skripsi menjadi cemilan yang paling mengenyangkan bagi mahasiswa perguruan tinggi di tingkat akhir. Apapun strata sosialnya, cantik ataupun gantengnya, aktif atau tidak di organisasinya, rajin ataupun malasnya, . . .
Selengkapnya

 

Berita Daerah  -  Rabu, 05 September 2018 14:11
Dr. Ari Kamayanti Isi Materi di FGD Politeknik Imigrasi

Penelehnews.com, Malang- Dr. Ari Kamayanti, Peneliti Senior Peneleh Research Institute, memberi materi di acara Focus Group Discussion yang diadakan oleh Politeknik Imigrasi.Acara yang bertema Pengembangan Kurikulum, Akreditasi, . . .
Selengkapnya