Home/ Opini / Berita

Jumat, 06 Juli 2018 10:29 WIB

Generasi Muda Harus Melek Sejarah

Suasana diskusi sejarah yang diselenggarakan oleh Aktivis Peneleh Regional Madura di kampus Universitas Trunojoyo Madura (UTM)

Oleh Nurul Aini, Aktivis Peneleh Regional Madura

Peristiwa-peristiwa lampau yang dialami oleh leluhur tampaknya telah hilang diingatan masyarakatnya. Laiknya sejarah, tidak boleh begitu saja terlepas dari peradaban modern. Upaya melek sejarah harus kembali dikembangkan.

Kamis (05/07), Rumah Peneleh Regional Madura mengadakan diskusi malam dengan tema Dhunging Trunojoyo atau mendongeng tentang Trunojoyo. Kegiatan ini bertujuan untuk menggali spirit perjuangan Trunojoyo sebagai refleksi penggerak hijrah Madura. Tepatnya di taman kampus Universitas Trunojoyo Madura, berbagai aktivis dan mahasiswa hadir meramaikan. Diskusi berlangsung seru, hingga pukul 22.30 WIB.

Pemantik materi diskusi adalah Miftahul Achyar. Dia adalah demisioner gubernur fakultas Ilmu Sosial dan Budaya Universitas Trunojoyo Madura sekaligus seorang penulis.

"Kegiatan ini untuk mengenang sekaligus menjaga marwah Pangeran Trunojoyo serta memperkenalkan kepada khalayak tentang perjuangan Pangeran Trunojoyo yang begitu heroik namun berakhir pilu karena rasa hormatnya kepada yang lebih tua, disalahgunakan menjadi sebuah pengkhianatan dari keluarganya sendiri. Yang Kedua, untuk menggugah kesadaran Masyarakat ataupun seluruh  Aktivis Madura agar meneruskan nilai-nilai perjuangan mulia dari Pangeran Trunojoyo," ujar Miftachul Achyar.

Ia memaparkan perang di masa itu, perang Trunojoyo yang berlangsung pada tahun 1677 melawan Belanda. Pangeran Trunojoyo sendiri yang lahir dan besar dari Kerajaan Mataram tidak mendapat dukungan dari Kesultanan. Namun, dukungan datang dari masyarakat. Antusiasme masyarakat mendukung Pangeran Trunojoyo menjadi senjata menakutkan dan menciutkan nyali kepemerintahan Belanda.

Kalimat "Mataram Raya!!! dipekikkan oleh Pangeran Trunojoyo untuk menyatukan seluruh Nusantara agar rakyat Nusantara turut melakukan perlawanan kepada Belanda. Dan dari pekikan itulah Trunojoyo menjadi orang kedua setelah Gajah Mada yang mempunyai sekaligus menjalankan visi untuk persatuan Nusantara, baik dalam konteks kesatuan teritorial ataupun rasa.

Kisah tersebut sangat singkat, sedangkan diskusi berjalan lebih panjang. Adapun pemantik materi memperoleh informasi dari sumber yang cukup kuat yaitu wawancara langsung dengan Raden Panji Abdul Hamid Mustari, yang tidak lain adalah keturunan asli (silsilah laki-laki) dari Raden Prasena (Cakraningrat I) yang sekaligus pewaris Kesultanan Cakraningrat Bangkalan. Juga refenresi dari buku berjudul Babad Tanah Jawi karya W. L. Olthof.

Bangkalan , 06 Juli 2018

Baca Juga

Opini
Selasa, 05 Juni 2018 09:26
Cerpen: Cinta Paimin Painem

 

Opini
Senin, 22 Januari 2018 08:57
Balada Zaman, Krisis Teologi Al-Alaq!!!

 

Opini
Senin, 30 Oktober 2017 15:13
Demokrasi dan Bui untuk Kami

 

Opini
Kamis, 05 Oktober 2017 11:09
Makna Tahun Baru bagi Indonesia 

 

Opini
Selasa, 03 Oktober 2017 05:18
Membangun Nasionalisme  Pemuda

 

 

Berita Daerah  -  Jumat, 13 Juli 2018 14:57
Aktivis Peneleh Regional Kediri diundang sebagai komunitas peduli budaya dalam acara Seminar Budaya Panji Nusantara: Kearifan Budaya Panji Pemersatu Nusantara

Dalam acara ini hadir pembicara:1.Prof.Dr. Aris Munandar, M.Hum2. Rudi irawanto, S.Pd, M.Sn3. Drs. Eko Ediyono, M.Hum .Aktivis peneleh regional kediri bersama 19 komunitas lain peduli sejarah memamerkan beberapa kegiatan pelestarian . . .
Selengkapnya

 

Opini  -  Jumat, 06 Juli 2018 10:29
Generasi Muda Harus Melek Sejarah

Oleh Nurul Aini, Aktivis Peneleh Regional MaduraPeristiwa-peristiwa lampau yang dialami oleh leluhur tampaknya telah hilang diingatan masyarakatnya. Laiknya sejarah, tidak boleh begitu saja terlepas dari peradaban modern. Upaya . . .
Selengkapnya

 

Berita Daerah  -  Kamis, 05 Juli 2018 17:26
DHUNGING TRUNUJOYO

"Lalu Adipati Anom menikam dada Trunojoyo hingga tembus ke punggung dengan keris itu. Kemudian para Bupati ikut menikam juga, hingga mayat Trunojoyo hancur tercabik-cabik. Adipati Anom kemudian memerintahkan kepada seluruh anak-anak . . .
Selengkapnya

 

Berita Daerah  -  Selasa, 03 Juli 2018 14:41
Pendaftaran Peserta Sekolah Aktivis Peneleh Regional Surabaya

Kamu aktivis mahasiswa? Berjiwa sosial? Tertarik dengan isu-isu penting Surabaya? Ingin melakukan aksi keberpihakan? Yuk, tak hanya omong kosong, kita jadi gelombang perubahan….Aktivis Peneleh Regional Surabaya mengajak untuk . . .
Selengkapnya

 

Berita Daerah  -  Senin, 02 Juli 2018 20:40
Pendaftaran Peserta Sekolah Relawan Riset Peneleh 5

Palu, Jumat-Minggu, 20-23 September 2018..✔ Bingung mau nulis skripsi/ tesis/ disertasi apa?✔ Mau meneliti berbasis masalah yang ada, bukannya cari-cari masalah?✔ Mau meneliti berpihak untuk secara konkrit . . .
Selengkapnya