Home/ Berita Daerah / Berita

Selasa, 26 September 2017 05:47 WIB

Bus Kota tak Beroperasi, Pemkot Mataram Merugi 

PENELEHNEWS.COM, Mataram- Operasional Bus Rapid Transit (BRT) atau jalur khusus bus kota, hingga kini belum jelas. Dishub Pemkot Mataram pun merugi. Kendaraan bus yang merupakan bantuan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terlihat terparkir di halaman kantor PT. Damri Mataram.

Sebanyak 25 bus sejak Januari lalu berhenti beroperasi pasca demo sopir angkot. Sempat dioperasikan enam armada, tapi kembali ditarik. Perjuangan Pemkot Mataram khususnya Dinas Perhubungan mendatangkan 25 armada itu cukup menguras keringat. Tidak hanya itu saja, anggaran dikucurkan tak sedikit.

Kerugian dialami dikalkulasikan dari biaya pengambilan bus, pembuatan rambu, halte, dan kajian melibatkan pihak ketiga, "Untuk kajian telah disiapkan Rp 200 juta. Kalau dihitung-hitung sampai ratusan, bahkan miliaran kerugian kita, kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram, Drs. H. Khalid, (22/9/2017).

Khalid didampingi Sekretarisnya, Cukup Wibowo mengaku, persoalan BRT ini adalah masalah kompleks, sehingga tanggungjawabnya tidak bisa dibebankan ke Dishub Mataram saja. Cukup melanjutkan, pengelolaan BRT itu juga beban Pemprov NTB dan Pemerintah Pusat.

"Kami kebetulan ketempatan saja. Coba tanya Dishub NTB dan Pemerintah Pusat. Kebijakannya di mereka," jawabnya.

Pemanfaatan BRT, Walikota dan Wakil Walikota memiliki komitmen terhadap hal itu. Komitmen tersebut dituangkan dengan mengalokasikan anggaran di APBD Kota Mataram. Meskipun kemudian ditarik atau dialihkan. Tetapi sebelumnya, fasilitas penunjang seperti rambu-rambu dan halte dibuat sebagai bentuk komitmen.

Kajian tengah dipersiapkan, yang dipastikan rampung dalam waktu dekat ini. "Datanya sedang direkap dan ini tinggal tahap akhir saja," ucap Khalid.

Fasilitas halte, menurut dia, bukan hal yang sia-sia. Meskipun tidak digunakan penumpang BRT, paling tidak dimanfaatkan untuk menunggu. Dishub belum berani menjamin hingga kapan bus itu beroperasi. Menurutnya, kewenangan itu berada di Pemprov NTB dan PT. Damri selaku operator

Baca Juga

 

Berita Daerah  -  Sabtu, 11 Agustus 2018 10:12
Pengumuman Peserta Peneleh Youth Volunteer Camp III 

Penelehnews.com, Kediri- Berikut nama-nama calon peserta yang berhak mengikuti seluruh rangkaian Program PYVC III Kediri.PYVC adalah salah satu jalur pengkaderan yang dilakukan oleh Yayasan Rumah Peneleh. Di PYVC ini fokus pada . . .
Selengkapnya

 

 -  Selasa, 07 Agustus 2018 17:13
Pendaftaran Peserta Sekolah Relawan Riset Peneleh 5 Palu

Pendaftaran Peserta Relawan Riset Peneleh 5.Peneleh Research Institute bersama Universitas Muhammadiyah Palu mengajak bapak, ibu, saudara/i untuk mengikuti program riset berpihak yang akan dilaksanakan pada Jumat-Minggu, 20-23 . . .
Selengkapnya

 

Berita Daerah  -  Selasa, 24 Juli 2018 08:02
PENDAFTARAN PESERTA PENDIDIKAN DASAR NASIONAL (DIKSARNAS) : SEKOLAH AKTIVIS PENELEH KE - VI

"Berjuang memang melelahkan, terjal, dan penuh kesedihan, tetapi itu hanyalah riak dan buih. Berjuang asasi pasti penuh keindahan, tanpa keluhan berarti, ketika kita mampu menjadi ombak yang menggulung lautan..."_(Dr. Aji Dedi . . .
Selengkapnya

 

Berita Daerah  -  Jumat, 13 Juli 2018 14:57
Aktivis Peneleh Regional Kediri diundang sebagai komunitas peduli budaya dalam acara Seminar Budaya Panji Nusantara: Kearifan Budaya Panji Pemersatu Nusantara

Dalam acara ini hadir pembicara:1.Prof.Dr. Aris Munandar, M.Hum2. Rudi irawanto, S.Pd, M.Sn3. Drs. Eko Ediyono, M.Hum .Aktivis peneleh regional kediri bersama 19 komunitas lain peduli sejarah memamerkan beberapa kegiatan pelestarian . . .
Selengkapnya

 

Opini  -  Jumat, 06 Juli 2018 10:29
Generasi Muda Harus Melek Sejarah

Oleh Nurul Aini, Aktivis Peneleh Regional MaduraPeristiwa-peristiwa lampau yang dialami oleh leluhur tampaknya telah hilang diingatan masyarakatnya. Laiknya sejarah, tidak boleh begitu saja terlepas dari peradaban modern. Upaya . . .
Selengkapnya