Home/ Opini / Berita

Jumat, 01 September 2017 06:03 WIB

Hukum sebagai Penjamin Keadilan (Tidak) pada Semua Orang

Oleh. Moh Ramadhan


Hukum sebagai instrumen penting dalam menjalankan roda bernegara di Indonesia sebagai penjamin Hak dan Kewajiban Masyarakat pada negara dan sebaliknya.

Dalam UUD 1945 pasal 1 ayat (3) menerangkan Indonesia adalah negara Hukum yang mana Hukum merupakan landasan pacu negara dan masyarakat untuk melakukan segala sesuatu.

Setiap kebijakan yang di buat harus berlandaskan Hukum, hal tersebut menjadi konsekuensi bahwasannya Indonesia menempatkan diri sebagai negara yang menjadikan hukum sebagai elemen penting dalam membangun negara.

Akan tetapi, norma yang termaktub dalam pasal 1 ayat (3) UUD 1945 tersebut tidaklah sesuai dengan kondisi empiris bangsa Indonesia. Yang mana Hukum tidaklah di tempat kan pada koridor yang benar dan bahkan cenderung disalah gunakan oleh kepentingan elit atau pemiliki modal.

Selain itu. Dengan adanya hukum apakah keadilan mampu terakomodir seluruhnya? Apakah rakyat bisa merasakan keadilan?

Kemudian pertanyaan paling sederhana ialah, apa yang akan kmu lakukan ketika gadget mu hilang? 

Penulis mencoba menjawab berdasarkan inter subjektifitas penulis dengan melihat realitas yang ada. Bahwasannya ketika Gadget seseorang hilang mereka enggan untuk pergi kepolisi untuk melakukan laporan terhadap ketidak adilan gadget nya yg hilang, Karena sudah menjadi keyakinan umum di masyarakat Indonesia bahwasannya menyelesaikan masalah di kepolisian bukanlah pilihan yang tepat. 

Sederhana nya, bagaimana penegekan hukum dapat memberi keadilan apabila masyarakat masih tidak percaya pada institusi penegakan hukum. Lawrence M. Friedman mengatakan bahwasannya terdapat 3 unsur penting hukum yaitu, Substansi Hukum yang meliputi norma , Struktur Hukum yang meliputi aparat penegak hukum dan Kultur Hukum atau budaya penegakan hukum.

Pertama, Dengan mengaca pada teori tersebut maka dapat dilihat dalam hal Substansi hukum di Indonesia seperti undang-undang yang dalam proses pembentukan nya di bentuk oleh lembaga politik yaitu DPR. Hal ini kemudian jelas akan syarat dengan kepentingan tertentu.

Kedua, dalam hal struktur hukum yang meliputi aparat dan sistem penegakan hukum cenderung sangat rumit, para pencari keadilan enggan melapor dikarenakan rantai administrasi yang panjang. "Mengurus Gadget yang hilang di kepolisian bisa untuk membeli gadget baru" bahasa seperti itu yang terlintas dalam masyarakat. Sehingga perlunya pemangkasan rantai administrasi dalam penegakan hukum guna menjamin kepastian hukum bagi masyarakat.

Yang terahir, penegakan hukum tidaklah terlepas dari budaya hukum itu sendiri, kebiasaan buruk yang biasa terjadi adalah suap kepada penegakan hukum. Yang mana suatu kasus kualitas penanganan nya berbeda beda tergantung siapa orang nya dan berapa uangnya. Hal ini yang kemudian menciderai Hukum itu sendiri.

Maka menurut hemat penulis, pengakan hukum di Indonesia perlu dibenahi dan di tata ulang, kitab pidana kita yang masih produk kolonial merupakan fakta nyata bahwa para juris di Indonesia tidak mampu merumuskan kitab hukum pidana nya sendiri. Sehingga regulasi dan sanksi kepada oknum penegakan hukum yang tidak bertanggung jawab haruslah di pertegas guna menyelamatkan negara hukum indonesia ini.

Baca Juga

Opini
Kamis, 05 Oktober 2017 11:09
Makna Tahun Baru bagi Indonesia 

 

Opini
Selasa, 03 Oktober 2017 05:18
Membangun Nasionalisme  Pemuda

 

Opini
Sabtu, 02 September 2017 19:48
Derita Dibalik Deru Laut dan Gerak Ikan

 

Opini
Jumat, 01 September 2017 19:59
Rekayasa Genetika dalam Bioetik Agama Islam

 

Opini
Jumat, 01 September 2017 19:50
Narkoba Merusak Masa Depan Bangsa

 

 

Pendidikan  -  Sabtu, 14 Oktober 2017 18:40
PRI Adakan Pembukaan Sekolah Penelitian 

PENELEHNEWS.COM, Malang- Hari ini, 14 Oktober 2017, Peneleh Research Institute (PRI) mengadakan diskusi terbuka tentang penelitian dengan tema "Penelitian asal jadi, jadi-jadian, ataukah menjadikan?"Pemandu atau pemantik pada . . .
Selengkapnya

 

Humaniora  -  Sabtu, 14 Oktober 2017 14:26
Aktivis Peneleh Palu Berbagi bersama Adik-adik Panti Asuhan Darut Taqwa Palu

PENELEHNEWS.COM, Palu- Pagi ini (14 Oktober 2017), Aktivis Peneleh Palu menyelenggarakan kegiatan bersama adik-adik Panti Asuhan Darut Taqwa, Palu. Kegiatan kegiatan yang diikuti sekitar 10 anak panti ini berlangsung sejak pagi . . .
Selengkapnya

 

Pendidikan  -  Selasa, 10 Oktober 2017 13:13
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UIN Jakarta: LDK Syahid jadi Contoh Akhlakul Karimah di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

PENELEHNEWS.COM, Tangerang- LDK Syahid menjadi contoh akhlakul karimah di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, begitulah ungkapan wakil rektor bidang kemahasiswaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof.Dr.Yusron Razak, MA saat diwawancarai . . .
Selengkapnya

 

Berita Daerah  -  Kamis, 05 Oktober 2017 11:58
Tafsir Surat An Nuur 59 di Masjid Nurul Ashri Yogyakarta 

Penelehnews.com - Sleman, pada Senin (25/9/2017) Kajian Muslim (Kamus) dan Pengurus Takmir Masjid Nurul Ashri (Nurash) Deresan mengadakan Ngaji tafsir Al-Qur’an bersama Ustadz Syatori Abdurrauf di Masjid Nurul Ashri Deresan. . . .
Selengkapnya

 

Opini  -  Kamis, 05 Oktober 2017 11:09
Makna Tahun Baru bagi Indonesia 

Apa yang anda pikirkan ketika mendengar kata Hijriyah? Apa yang anda pikirkan ketika mendengar kata tahun baru? Pekan lalu, umat islam sedunia memperingati pergantian tahun hijriyah dari tahun 1438 Hijriyah ke 1439 Hijriyah. . . .
Selengkapnya