Home/ sastra / Berita

Rabu, 13 Juli 2016 18:40 WIB

Mau Nikah? Tapi Belum Punya Biaya? Begini Langkahnya

Foto dari Plus.google.com

Menikah merupakan salah satu sunnah Rasulullah SAW yang harus diikuti oleh umatnya. Semua orang pasti ingin segera bisa menikah, khususnya mereka yang sudah memang waktunya untuk berumah tangga.

Namun, selain terkendala belum adanya calon pasangan terkadang juga terkendala dengan biaya. Pasalnya, di zaman yang serba kapitalis ini banyak orang hanya menilai dari segi materialis saja. Berkaitan dengan hal tersebut Islam punya solusinya.

Islam bukanlah agama yang sulit atau mempersulit, melainkan agama yang memberi kemudahan, termasuk buat orang yang kurang mampu yang ingin menikah dalam kasus ini. Lalu bagaimana Islam mempermudah urusan tersebut?

Pertama: Islam menetapkan kemiskinan bukanlah sebagai penghalang seseorang untuk menikah. Menikah hukumnya boleh bagi siapa pun. Allah SWT berfirman : "Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya." (QS An-Nuur : 32).

Kedua: Islam menganjurkan untuk memberikan mahar seringan mungkin. Nabi SAW bersabda, "Sebaik-baik mahar, adalah yang paling ringan [bagi laki-laki," Al-Hakim, Al-Mustadrak no. 2692).

Mahar boleh berupa benda, atau dalam bentuk jasa. Nabi SAW pernah bersabda kepada lelaki miskin yang akan menikah,"Carilah [mahar] walau hanya cincin besi." Namun lelaki itu tak mendapatkannya.

Lalu Nabi SAW bertanya, "Apakah kamu punya hafalan Al-Qur`an?" Lelaki itu menjawab,"Ya, surat ini dan surat itu." Lalu Nabi SAW menikahkan lelaki itu dengan mahar berupa hafalan surat yang dia miliki. (HR Malik no. 968, Bukhari no. 4740, An-Nasa`i no. 3306, Ahmad.

Ketiga:  Islam juga membolehkan berhutang untuk mengatasi masalah ini. Berhutang hukumnya boleh (Tapi harus dikembalikan hehe)

Keempat:  Islam juga membolehkan akad dengan jaminan. Yaitu akad yang dilakuakan seseorang untuk menggabungkan tanggungan pihak lain kepada tanggungan orang itu.

Kalau ada orang lain yang menjamin pembayaran mahar untuk isteri kamu, ini dinamakan akad dhoman, dan ini boleh menurut syara'. (An-Nabhani, An-Nizham Al-Iqtishadi fi Al-Islam, h. 185).

Kelima:  Islam memberikan solusi berupa puasa, sebagai upaya menjaga kesucian diri (iffah). (An-Nabhani, An-Nizham Al-Ijtima'I fi Al-Islam, h. 97).

Hal ini sebagaimana Firman Allah : "Dan orang-orang yang tidak mampu kawin hendaklah menjaga kesucian (diri)nya, sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya." (QS An-Nuur : 33).

Juga sabda Nabi SAW, "Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kamu sudah sanggup menikah, menikahlah. Karena menikah itu lebih menjaga pandangan mata dan memelihara kemaluan. Kalau ia belum sanggup, hendaklah ia berpuasa karena puasa itu perisai baginya." (HR Bukhari no. 4677, Muslim no. 2485).

Itulah beberapa solusi Islam yang apabila diamalkan bisa mengurangi beban biaya nikah. Namun yang kita dapat sekarang ini kadang seseorang justru mempersulit dirinya dengan sesuatu di luar kemampuannya, padahal itu tidak diwajibkan.

Misalnya walimah (Resepsi pernikahan), padahal walimah bukanlah hal yang wajib. Begitu juga dengan memberikan srah-srahan (Hadiah) pada calon isteri yang di mana hukumnya mubah. Wallahu a'lam.[]

Baca Juga

 

Berita Daerah  -  Selasa, 20 Maret 2018 16:28
Peserta Sekolah Aktivis Peneleh Madura Sepakati Proyek Bersama

Penelehnews.com, Bangkalan- Aktivis Peneleh Regional Madura dengan sukses telah menyelesaikan Sekolah Aktivis Peneleh Regional Madura. Program yang berlangsung selama tiga hari tersebut dilaksanakan di Yayasan Ibnu Sabil, . . .
Selengkapnya

 

Berita Daerah  -  Selasa, 27 Februari 2018 21:29
Peneleh Research Institute Libatkan Diri bersama Masyarakat Desa Sukopuro

Rumahpeneleh.or.id, Kabupaten Malang- Selama 2 tahun, Peneleh Research Institute melibatkan diri bersama masyarakat Desa Sukopuro, kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Riset berpihak tidak hanya menghasilkan riset induktif . . .
Selengkapnya

 

 -  Rabu, 31 Januari 2018 23:47
Ruang Baca Mojo, Taman Baca Masyarakat di SoloPeran Pemuda dalam Meningkatkan Minat Baca

"Bacalah dan Tuhan-mu Yang Maha Pemurah. Yang telah mengajarkan manusia dengan pena. Yang telah mengajarkan manusia sesuatu yang tidak diketahuinya," Q.S. Al-Alaq, 3-5. Sejak Maret 2016, Najwa Shihab, jurnalis senior Indonesia, . . .
Selengkapnya

 

Opini  -  Senin, 22 Januari 2018 08:57
Balada Zaman, Krisis Teologi Al-Alaq!!!

Nampaknya zaman telah berubah. Revolusi digital ditandai dengan adanya media sosial menghubungkan manusia dengan apa yang disebut symbolic environment oleh Manuel Castells. Ketika realitas kehidupan kita dapat dikonstruksi . . .
Selengkapnya

 

Berita Daerah  -  Sabtu, 25 November 2017 13:33
LDK Syahid Sukses Adakan Kajian Internasional Bersama Syekh dari Palestina

PENELEHNEWS.COM Tangerang (23/11)LDK Syahid bersama dengan LDK Al-Birru STEI SEBI adakan kajian Internasional bertemakan Mengenal Palestina Lebih Dekat pada Kamis, 23 November 2017 lalu di Masjid Fatullah. Kajian Internasional . . .
Selengkapnya