Home/ Opini / Berita

Kamis, 31 Agustus 2017 17:31 WIB

Indonesia Butuh Ideologi Baru?

Oleh Aulia Anugerah Intani


Bulan Agustus menjadi bulan yang membawa kebahagiaan bagi bangsa Indonesia. Namun juga menjadi bulan evaluasi bukan hanya bagi bangsa nya melainkan juga rakyatnya. Saat ini Indonesia memang tidak sedang di jajah secara fisik oleh Belanda maupun Jepang. Namun Indonesia sedang di jajah oleh rakyatnya sendiri. Mengapa?

Karena kadar toleransi rakyatnya seakan menurun atau bahkan hilang. Dengan arogan nya beberapa kalangan mengatakan bahwa Pancasila sudah tidak cocok lagi menjadi Ideologi bangsa ini. Mereka berniat mengganti ideologi Pancasila dengan ideologi yang "dianggap" sesuai dengan kalangan mereka. Padahal amatilah bahwa sila-sila pancasila saling terkait dan melengkapi. Kepribadian dan karakteristik bangsa adalah intisari dari pancasila, menunjukkan bahwa pentingnya melihat ke dalam, berkaca pada keimanan, dan memperkuat jati diri atas siapa kita, sejarah kita, maka kita akan mampu mengenali potensi yang dimiliki bangsa ini untuk mengusahakan kesejahteraan, kemakmuran, dan keadilan yang menyeluruh bagi segenap bangsa Indonesia.

Lalu apakah ideologi sebuah negara perlu diganti untuk mengikuti perkembangan jaman? Jawabannya tentu tidak. Ideologi adalah tiang pancang berukuran kolosal yang dibangun diatas pengorbanan, darah, keringat, dan penderitaan rakyat. Artinya, pancasila memenuhi unsur tersebut.

Pancasila dirumuskan dengan hati-hati, dengan pikiran yang bersih dan jernih, ungkapan jiwa terdalam, dan berpandangan luas serta jauh kedepan. Bila masa depan itu telah jauh-jauh diraba oleh penggagas ideologi bangsa, berarti nilai-nilai dalam ideologi itu tak akan binasa dimangsa zaman. Pendeknya, kandungan nilai-nilai itu tahan zaman dan tidak lapuk hanya karena bentangan waktu dan perubahan. 

Sehingga bukan tentang Ideologi nya yang harus di ubah melainkan kita sebagai rakyatnya yang harus menyesuaikan ideologi bangsa ini.

Baca Juga

Opini
Jumat, 06 Juli 2018 10:29
Generasi Muda Harus Melek Sejarah

 

Opini
Selasa, 05 Juni 2018 09:26
Cerpen: Cinta Paimin Painem

 

Opini
Senin, 22 Januari 2018 08:57
Balada Zaman, Krisis Teologi Al-Alaq!!!

 

Opini
Senin, 30 Oktober 2017 15:13
Demokrasi dan Bui untuk Kami

 

Opini
Kamis, 05 Oktober 2017 11:09
Makna Tahun Baru bagi Indonesia 

 

Opini
Selasa, 03 Oktober 2017 05:18
Membangun Nasionalisme  Pemuda

 

 

Berita Daerah  -  Sabtu, 11 Agustus 2018 10:12
Pengumuman Peserta Peneleh Youth Volunteer Camp III 

Penelehnews.com, Kediri- Berikut nama-nama calon peserta yang berhak mengikuti seluruh rangkaian Program PYVC III Kediri.PYVC adalah salah satu jalur pengkaderan yang dilakukan oleh Yayasan Rumah Peneleh. Di PYVC ini fokus pada . . .
Selengkapnya

 

 -  Selasa, 07 Agustus 2018 17:13
Pendaftaran Peserta Sekolah Relawan Riset Peneleh 5 Palu

Pendaftaran Peserta Relawan Riset Peneleh 5.Peneleh Research Institute bersama Universitas Muhammadiyah Palu mengajak bapak, ibu, saudara/i untuk mengikuti program riset berpihak yang akan dilaksanakan pada Jumat-Minggu, 20-23 . . .
Selengkapnya

 

Berita Daerah  -  Selasa, 24 Juli 2018 08:02
PENDAFTARAN PESERTA PENDIDIKAN DASAR NASIONAL (DIKSARNAS) : SEKOLAH AKTIVIS PENELEH KE - VI

"Berjuang memang melelahkan, terjal, dan penuh kesedihan, tetapi itu hanyalah riak dan buih. Berjuang asasi pasti penuh keindahan, tanpa keluhan berarti, ketika kita mampu menjadi ombak yang menggulung lautan..."_(Dr. Aji Dedi . . .
Selengkapnya

 

Berita Daerah  -  Jumat, 13 Juli 2018 14:57
Aktivis Peneleh Regional Kediri diundang sebagai komunitas peduli budaya dalam acara Seminar Budaya Panji Nusantara: Kearifan Budaya Panji Pemersatu Nusantara

Dalam acara ini hadir pembicara:1.Prof.Dr. Aris Munandar, M.Hum2. Rudi irawanto, S.Pd, M.Sn3. Drs. Eko Ediyono, M.Hum .Aktivis peneleh regional kediri bersama 19 komunitas lain peduli sejarah memamerkan beberapa kegiatan pelestarian . . .
Selengkapnya

 

Opini  -  Jumat, 06 Juli 2018 10:29
Generasi Muda Harus Melek Sejarah

Oleh Nurul Aini, Aktivis Peneleh Regional MaduraPeristiwa-peristiwa lampau yang dialami oleh leluhur tampaknya telah hilang diingatan masyarakatnya. Laiknya sejarah, tidak boleh begitu saja terlepas dari peradaban modern. Upaya . . .
Selengkapnya