Home/ Opini / Berita

Kamis, 31 Agustus 2017 17:28 WIB

Sampah Hidup diubah Jadi Berkah

Oleh Minawati Anggraini


Kata sampah bukanlah hal yang asing bagi kita. Sampah merupakan salah satu masalah sosial di masyarakat yang keberadaannya masih di anggap hal yang sepele dan sangat berdampak sangat besar bagi lingkungan sekitar terutama bagi kesehatan manusia. Masalah sampah biasanya banyak di jumpai di kota-kota besar atau di daerah yang padat penduduk. Sampah seringkali di anggap sebagai barang yang tidak bisa dimanfaatkan kembali, padahal dalam realitanya sampah ternyata dapat menjadi produk yang menarik apabila dapat di olah dengan tepat.  khususnya sampah-sampah yang ada di Kota Mataram ternyata masih bisa dimanfaatkan yang memiliki nilai ekonomis tinggi.

Khususnya ibu rumah tangga yang setiap harinya pasti bertemu dengan yang namanya sampah entah itu sampah rumah tangga, organik maupun nonorganik menjadi masalah mereka untuk dikumpulkan lalu di buang begitu saja entah itu ke sungai, selokan, dan ada juga yang membakarnya, bagi yang bermukim di pinggir pantai banyak yang membuangnya ke tengah laut.

Sekarang  ini telah banyak teknologi untuk mengelola bahkan memusnahkan sampah.  Namun, sudah tidak jamannya lagi sampah dimusnahkan atau dijauhkan dari kehidupan manusia.  Sampah dapat kita sulap menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis dan bernilai estetis, dan hal ini bisa dilakukan oleh para ibu-ibu rumah tangga dalam meningkatkan produktivitas mereka.

Melihat realita yang ada masyarakat kota Mataram termasuk masyarakat yang konsumtif sehingga sampah tidak bisa kita hindari keberadaanya, dimana  manusia dalam  beraktivitas pastinya selalu menciptakan sampah. Khususnya ibu-ibu rumah tangga yang masih kurang pengetahuan dan kesadaran akan keberadaan sampah tidak berdasarkan kategorinya.

Beberapa masalah yang menyebabkan banyaknya sampah di kota Mataram  adalah sebagai berikut.

1.  Pengaruh lingkungan merupakan salah satu faktor yang menyebabkan perilaku membuang sampah sembarangan tidak akan pernah lepas dari masyarakat karena kebanyakan orang lebih memilih untuk melakukan imitasi atau meniru padahal hal tersebut merupakan perilaku yan buruk.

2. Tempat yang kotor, kumuh, dan dipenuhi banyak sampah bisa membuat orang meyakini bahwa membuang sampah sembarangan diperbolehkan di tempat tersebut..

3. Kurang banyaknya jumlah tempat sampah yang disediakan sehingga membuat orang jadi kesulitan untuk membuang sampah.


Melihat kondisi di Kota Mataram yang terjadi mengenai masalah sampah ini dapat kita berikan solusi kepada masyarakat khususnya ibu-ibu rumah tangga dengan cara  meningkatan pemahaman kepada masyarakat tentang bagaimana cara supaya sampah-sampah yang ada di sekitar lingkungan atau dimana saja bisa dimanfaatkan dan di daur ulang menjadi suatu barang yang kreatif dan unik yang memiliki variasi nilai. Dimana terdapat seseorang sebagai fasilitator, mediator dan pendidik sehingga dengan ini diharapkan dapat menumbuhkan kemandirian dimasyarakat dalam mengelola sampah.perlu dilakukan baik dengan sosialisasi secara langsung maupun tidak langsung. 

Supaya konsep yang mampu memberdayakan masyarakat di kawasan padat penduduk di kota Mataram bisa lebih bernilai ekonomis, perlu dibentuk sebuah badan usaha oleh Kementerian Koperasi dan UMKM dengan memberikan izin usaha mikro dan kecil (IUMK) dengan membentuk Bank sampah atau bale Kreatif Sampah sehingga jenis usaha ini lebih mudah mendapatkan akses pembiayaan. 

Bank Sampah atau Bale Kreatif sampah merupakan gerakan masyarakat bernilai budaya dan ekonomi, karena menciptakan budaya kebersihan dan bisa menghasilkan uang

Ibu-ibu rumah tangga di kumpulkan di sebuah bale untuk di berikan penyuluhan bagaimana cara yang efektif agar sampah yang terkumpul terpisah dengan sampah lain, sehingga proses daur ulang di tingkat selanjutnya dapat dilakukan lebih efisien. 

Peran serta masyarakat dalam upaya penanganan sampah  adalah dengan melaksanakan pemilihan. Pemilahan sampah merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan setiap rumah tangga sebagai kunci awal kegiatan 3R (reduce, reuse, recycle)  mengurangi, memakai kembali, dan mendaur ulang.

Kemudian mengenai keuntungan dari mengolah sampah dan memberikan pandangan ke depannya supaya ibu-ibu tersebut mempunyai semangat yang tinggi dalam mengurangi sampah. Khususnya ibu-ibu rumah tangga setiap hari terlebih dahulu sampahnya dibersihkan untuk di tabung ke Bale Kreatif Sampah yang sudah di sediakan, dimana sampah-sampah yang telah di tabung tersebut di catat dan dimasukkan ke dalam buku tabungan yang kemudian ditukarkan dengan rupiah. Kemudian untuk ibu-ibu yang ingin belajar bagaimana cara membuat sampah menjadi barang yang kreatif dan unik di beri pelatihan sampai mereka bisa. Dan bagi ibu-ibu yang sudah bisa membuat barang yang kreatif dan unik dari sampah yang ada bisa di jual ke Bale Kreatif Sampah jika mereka membuatnya di rumah, tetapi jika mereka membuatnya di Bale Kreatif sampah mereka di beri gaji.

Barang-barang yang bisa dihasilkan dari sampah yang di daur ulang banyak di jadikan kerajinan tangan yang kreatif dan juga sebagai spot foto. Sampah anorganik seperti sampah plastik contohnya keranjang sampah, tas, souvenir, dompet, tikar, bingkai, sandal, ornamen bunga, gantungan kunci, pot bunga, hiasan dinding, taplak meja dan masih banyak kerjinan-kerajinan yang unik lainnya. Sedangkan sampah organik dapat dimanfaatkan dengan membuat kompos atau dengan cara menjualnya ke pemulung.

Dan hal tersebut sudah terlaksana di beberapa titik di kota Mataram, dan berhasil memajukan keadan ekonomi keluarga, namun di beberapa tempat lain di Provinsi NTB khususnya belum terealisasikan. Untuk itu perlunya tindak lanjut pemerintah untuk lebih memperhatikan guna memajukan pemberdayaan masyarakat sekaligus mengurangi sampah yang ada. 


Sampah ternyata mempunyai berkah yang begitu indah yang dapat membantu kehidupan manusia jika masyarakat bisa mengolah dan memanfaatkannya dengan tepat. Dimana sampah bukan lagi barang yang harus kita jauhkan dan kita buang begitu saja. Sampah dapat kita olah dengan baik sehingga menjadi barang yang memberi manfaat bagi kita, baik yang bernilai seni maupun yang bernilai materi.

Baca Juga

 

Berita Daerah  -  Selasa, 26 September 2017 05:47
Bus Kota tak Beroperasi, Pemkot Mataram Merugi 

PENELEHNEWS.COM, Mataram- Operasional Bus Rapid Transit (BRT) atau jalur khusus bus kota, hingga kini belum jelas. Dishub Pemkot Mataram pun merugi. Kendaraan bus yang merupakan bantuan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terlihat . . .
Selengkapnya

 

Berita Daerah  -  Senin, 25 September 2017 05:39
Masyarakat Desa Sera Tengah Sumenep Peringati Bulan Moharrom dengan Tradisi Sorah

PENELEHNEWS.COM, Sumenep- Masyarakat Desa Sera Tengah, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, memperingati bulan Muharrom dengan tradisi Sorah, yaitu mengantarkan Ghenthar Sorah ke sanak famili dan tetangga dekat. Tradisi ini dilakukan . . .
Selengkapnya

 

Berita Daerah  -  Senin, 25 September 2017 05:21
IIBF Gelar Diskusi "Juguran Peradaban Hijrah untuk Negeri".

PENELEHNEWS.COM, Purwokerto - Indonesia Islamic Business Forum (IIBF) mengadakan kegiatan dengan tema "Juguran Peradaban Hijrah untuk Negeri". Acara yang diselenggarakan di Pendopo Dirjo Putro Jl. Supriyadi no. 3 Purwokerto, Jawa . . .
Selengkapnya

 

Berita Daerah  -  Senin, 25 September 2017 05:02
Bank Indonesia bersama Masyarakat Ekonomi Syariah Banyumas Selenggarakan Diskusi "Kemandirian Ekonomi Pesantren"

PENELEHNEWS.COM, Purwokerto- Bank Indonesia (BI) dan Masyarakat Ekonomi Syariah Banyumas bekerjasama melakukan diskusi bertema "Kemandirian Ekonomi Pesantren". Acara tersebut dilaksanakan di Gedung BI Perwakilan Purwokerto, pada . . .
Selengkapnya

 

Humaniora  -  Minggu, 24 September 2017 08:06
Aktivis Peneleh Regional Jakarta dan Pos Solidaritas Umat LDK Syahid Adakan Kegiatan "Sehari Bersama Anak Kampung Pemulung", Ciputat Tangerang Selatan

PENELEHNEWS.COM, Tangerang- Aktivis Peneleh Regional Jakarta bekerja sama dengan Pos Solidaritas Umat (PSU) LDK Syahid akan mengadakan Bakti Sosial di Kampung Pemulung, Ciputat, Tangerang Selatan. Bakti sosial yang mengangkat . . .
Selengkapnya