Home/ Humaniora / Berita

Selasa, 22 Agustus 2017 18:37 WIB

Mulai Dari Pakaian Adat Hingga Kostum Unik, Pawai Karnaval Peringatan HUT RI Ke-72  Cukup Meghibur Warga

PENELEHNEWS.COM-Sumenep- Pawai Karnaval yang rutin diadakan setiap tahun dalam rangka menyemarakkan hari kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep, Madura, ini selalu jadi ajang untuk unjuk kreativitas. Selain itu, acara semacam ini juga menjadi penghibur warga.

Dalam pawai karnaval yang digelar pada hari Senin (21/8/17) ini banyak diramaikan peserta dari berbagai sekolah, Puskesmas, instansi desa, serta berbagai komunitas yang ada di Kecamatan Ambunten dengan berbagai macam keativitas yang unik dan menarik untuk dilihat, seperti busana pakaian adat, Putri batik, kostum berbagai profesi, Penampil musik tong-tong, marching band, hingga kostum pocong pun turut meramaikan.

Meskipun digelar pada siang hari, tidak mengendurkan antusias masyarakat untuk menonton, bahkan masyarakat dari luar pun juga ikut hadir. Seperti yang di lakukan oleh Hosnawati (23) Ia sengaja jauh-jauh dari desa Bukabu hanya untuk melihat pawai yang di gelar setahun sekali ini. 

“Sengaja datang kesini jauh-jauh, panas juga tapi gak apa apa cari hiburan setahun sekali juga," kata Hosnawati

Menurutnya, pawai Karnaval kali ini cukup menghibur dan berbeda dari sebelumnya. Akan tetapi, ia menyayangkan masih adanya kendaraan bermotor yang lewat di tengah-tengah pawai, terlebih masih banyak juga orang yang tidak ikut pawai juga masuk dalam barisan sehingga tidak mengindahkan pandangan.

Hal yang sama dikeluhkan oleh Ulfa (22) yang menyayangkan jarak peserta pawai satu dengan peserta pawai lainnya yang cukup jauh dan Ia juga menyayangkan lagu yang di putar beberapa rombongan pawai tidak sesuai dengan semangat juang kemerdekaan.

“Acara pawai Karnaval dalam Menyemarakkan HUT RI Ke-72 kali ini cukup menghibur, akan tetapi mungkin lagu yang menjadi iring-iringan rombongan pawai kalau bisa jangan menggunakan lagu dangdut, pakai lagu Nasional atau lagu daerah saja” kata Ulfa

Hal tersebut bukan tanpa alasan, Ulfa berpendapat demikian karena menurutnya lagu-lagu dangsut yang digunakan sebagai iring-iringan sebagian rombongan pawai mengandung lirik yang belum sepantasnya di dengar anak-anak mengingat peserta pawai lebih dominan anak sekolah dasar. Dan jika menggunakan lagu-lagu nasional atau lagu daerah bisa meningkatkan rasa cinta tanah air anak-anak.

“Ya kalau menggunakan lagu nasional atau lagu daerah kan bisa meningkatkan rasa cinta tanah air anak-anak tidak hanya anak-nak sih, tapi juga mengenalkan kambali lagu nasional atau lagu darah kepada masyarakat. Karena saya yakin masyarakat termasuk saya juga lupa lagu lagu tersebut," terangnya

 

Berita Daerah  -  Sabtu, 25 November 2017 13:33
LDK Syahid Sukses Adakan Kajian Internasional Bersama Syekh dari Palestina

PENELEHNEWS.COM Tangerang (23/11)LDK Syahid bersama dengan LDK Al-Birru STEI SEBI adakan kajian Internasional bertemakan Mengenal Palestina Lebih Dekat pada Kamis, 23 November 2017 lalu di Masjid Fatullah. Kajian Internasional . . .
Selengkapnya

 

Berita Daerah  -  Rabu, 22 November 2017 05:40
LDK Syahid Jadikan Masjid Kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Sebagai Pusat Peradaban

PENELEHNEWS.COMTangerang (21/11) LDK Syahid akan menjadikan masjid kampus yang dikenal dengan masjid Al-Jamiah sebagai pusat peradaban kampus. Hal ini didukung dengan pernyataan rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof.Dr.Dede Rosyada, . . .
Selengkapnya

 

Berita Daerah  -  Senin, 30 Oktober 2017 16:28
LDK Syahid UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Bentuk Akhlakul Karimah dengan Gerakan Ajak Kebaikan di Lingkungan Kampus

LDK Syahid UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Bentuk Akhlakul Karimah dengan Gerakan Ajak Kebaikan di Lingkungan Penelehnews.com - Tangerang. LDK Syahid terus memunculkan program-program kerja terutama terkait dengan keislaman . . .
Selengkapnya

 

Opini  -  Senin, 30 Oktober 2017 15:13
Demokrasi dan Bui untuk Kami

Kami datang. Kami datang dari seluruh penjuru Setiap penghalang revolusi kami terjang Kami Terjang (Nora, Kami Datang) Dinina-bobo-kannya Mahasiswa oleh Kisah Negeri Dongeng Heroisme kampus, pojok-pojok ruang . . .
Selengkapnya

 

Berita Daerah  -  Sabtu, 21 Oktober 2017 21:55
Diskusi Perdana Komunitas Pilar Muda di Rembug Kopi Yogyakarta 

Penelehnews.com - Sleman, pada Sabtu (21/10) Pilar Muda mengadakan Pilar Muda Talk #1 yang bertajuk ''Kedaulatan Bangsa di Era Digital'' di Kedai Kopi Jalan Veteran No.148 Warungboto, Umbulharjo, Yogyakarta. Acara ini merupakan . . .
Selengkapnya