Home/ / Berita

Sabtu, 19 Agustus 2017 10:09 WIB

KLU Darurat Pernikahan Usia Dini

PENELEHNEWS.COM

Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat- Kabupaten Lombok Utara (KLU) sepertinya harus segera membentuk Perda yang mengatur usia minimal pernikahan. Pasalnya, angka pernikahan di usia dini tergolong cukup tinggi. Tahun 2016 lalu, tercatat mencapai 2.026 kejadian di 5 kecamatan.

"Perda Nikah Dini sangat kita perlukan, tetapi sementara membuat perda kita dorong desa-desa membuat aturan melalui awik-awik masyarakat adat desa," kata Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Hadari, SP., melalui Kasi PPPA, Hasrurrahman, (15/8).

Spesifik pada angka per kecamatan, Kecamatan Bayan mengantongi jumlah tertinggi kejadian pernikahan anak usia sekolah, yaitu sebanyak 1.021 kejadian. Menyusul Kecamatan Kayangan dengan 480 kejadian, Kecamatan Tanjung dengan 281 kejadian. Terendah ada di Kecamatan Pemenang sebanyak 117 kejadian dan Kecamatan Gangga dengan 127 kejadian.

Mereka yang tercatat menikah di usia dini adalah kalangan pelajar dengan usia 18 tahun ke bawah. Mengenai penyebabnya, Hasrurrahman mencatat cukup beragam dari pergaulan bebas, hamil di luar nikah, minimnya perhatian orang tua serta dipengaruhi oleh perubahan lingkungan dan pengaruh perkembangan teknologi informasi.

Dalam hal mengurangi kejadian menurut penyebabnya itu, Hasrurrahman mengatakan pentingnya peran serta masyarakat desa. Khusus di Kecamatan Bayan dengan kasus tertinggi, terdapat 5 desa yang sudah membentuk awik-awik desa yaitu Desa Sambik Elen, Desa Loloan, Desa Anyar, Desa Bayan dan Desa Sukadana. Desa lainnya seperti Akar-Akar, Senaru dan Mumbul Sari tengah dalam proses pembuatan awik-awik.

Masalah sosial pada anak tidak hanya terkait pernikahan dini, tetapi Disos juga mencatat ada kasus Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH). Tahun 2016 lalu, jumlah ABH akibat perkelahian sebanyak 13 kasus (7 di Gangga, 5 di Pemenang dan 1 di Tanjung). Kasus pencurian di mana anak sebagai pelaku sebanyak 2 kasus, terjadi masing-masing di Bayan dan Pemenang. Sedangkan anak yang terlibat narkoba 1 kasus terjadi di Pemenang. “Pada katagori anak sebagai korban pelecehan seksual, total ada 8 kasus, terbanyak di Kecamatan Gangga,” katanya.

Pihaknya berharap, dukungan masyarakat dan juga sekolah lebih dikuatkan dalam mengendalikan jumlah kasus sosial yang melibatkan anak baik sebagai pelaku maupun korban. Pihak dinas sendiri akan terus berupaya memberikan penyuluhan kepada kelompok masyarakat secara berkala agar bisa menurunkan kasus sosial anak tersebut.

Baca Juga

 

Berita Daerah  -  Sabtu, 11 Agustus 2018 10:12
Pengumuman Peserta Peneleh Youth Volunteer Camp III 

Penelehnews.com, Kediri- Berikut nama-nama calon peserta yang berhak mengikuti seluruh rangkaian Program PYVC III Kediri.PYVC adalah salah satu jalur pengkaderan yang dilakukan oleh Yayasan Rumah Peneleh. Di PYVC ini fokus pada . . .
Selengkapnya

 

 -  Selasa, 07 Agustus 2018 17:13
Pendaftaran Peserta Sekolah Relawan Riset Peneleh 5 Palu

Pendaftaran Peserta Relawan Riset Peneleh 5.Peneleh Research Institute bersama Universitas Muhammadiyah Palu mengajak bapak, ibu, saudara/i untuk mengikuti program riset berpihak yang akan dilaksanakan pada Jumat-Minggu, 20-23 . . .
Selengkapnya

 

Berita Daerah  -  Selasa, 24 Juli 2018 08:02
PENDAFTARAN PESERTA PENDIDIKAN DASAR NASIONAL (DIKSARNAS) : SEKOLAH AKTIVIS PENELEH KE - VI

"Berjuang memang melelahkan, terjal, dan penuh kesedihan, tetapi itu hanyalah riak dan buih. Berjuang asasi pasti penuh keindahan, tanpa keluhan berarti, ketika kita mampu menjadi ombak yang menggulung lautan..."_(Dr. Aji Dedi . . .
Selengkapnya

 

Berita Daerah  -  Jumat, 13 Juli 2018 14:57
Aktivis Peneleh Regional Kediri diundang sebagai komunitas peduli budaya dalam acara Seminar Budaya Panji Nusantara: Kearifan Budaya Panji Pemersatu Nusantara

Dalam acara ini hadir pembicara:1.Prof.Dr. Aris Munandar, M.Hum2. Rudi irawanto, S.Pd, M.Sn3. Drs. Eko Ediyono, M.Hum .Aktivis peneleh regional kediri bersama 19 komunitas lain peduli sejarah memamerkan beberapa kegiatan pelestarian . . .
Selengkapnya

 

Opini  -  Jumat, 06 Juli 2018 10:29
Generasi Muda Harus Melek Sejarah

Oleh Nurul Aini, Aktivis Peneleh Regional MaduraPeristiwa-peristiwa lampau yang dialami oleh leluhur tampaknya telah hilang diingatan masyarakatnya. Laiknya sejarah, tidak boleh begitu saja terlepas dari peradaban modern. Upaya . . .
Selengkapnya