Home/ Ekonomi / Berita

Selasa, 15 Agustus 2017 19:00 WIB

Ternak Lovebird, dari Hobi hingga Jadi Sumber Rezeki Puluhan Juta

PENELEHNEWS.COM, Sumenep- Siapa sangka dari hobi memelihara burung bisa menjadi sumber rejeki. Hal ini dialami haris (37) warga Ambunten Timur, Kecamatan Ambunten, Sumenep. Berkat hobi dan keseriusannya memelihara burung cinta atau yang lebih dikenal "Lovebird", ia kini bisa mengantongi pendapatan hingga puluhan juta rupiah.

Ditemui di rumahnya Senin (4/8/2017), Haris yang juga seorang PNS mengatakan awalnya memelihara burung lovebird dari sekedar hobi mengisi waktu luang. Namun lama kelamaan menjadi usaha yang ditekuni sungguh-sungguh sehingga dalam waktu kurang lebih dari satu tahun, ia sudah bisa memperoleh hasil dari penjualan burung tersebut.

Haris yang memanfaatkan pekarangan rumahnya untuk membudidayakan burung lovebird ini mengaku sudah menekuni budidaya burung lovebird sejak 2 tahun silam. Hingga sekarang ia sudah membudidayakan lebih dari sepuluh pasang jenis burung itu dari berbagai jenis. 

Hal yang sama dilakukan Sahirun (52). Melihat minat masyarakat terhadap burung lovebird dan juga melihat bisnis budidaya burung lovebird makin menguntungkan, ia pun mulai membudidaya burung pemakan biji-bijian tersebut.

"Semula hanya memelihara beberapa ekor burung saja, akan tetapi setelah permintaan pasar akan burung lovebird naik, saya mulai menambahkan indukan.dan sampai sekarang koleksi burung dirumah mencapai puluhan ekor," Kata Sahirun

Perawatan burung ini pun tergolong mudah. Hanya perlu membersihkan kandang dari kotoran burung. Sedangkan untuk pakan, hanya diperlukan sayur dan jagung serta pur yang bisa didapat di kios-kios penjual pakan burung

Untuk pemasaran, Sahirun dan Haris mengaku hampir tidak mengalami kesulitan. Selain ada perkumpulan sesama pembudidaya dan pecinta lovebird, banyak juga  para pembeli yang datang ke rumahnya untuk melakukan transaksi. 

"Untuk pemasaran, selain para pembeli yang datang ke rumah, saya kadang juga memasarkan burung-burung ini melalui grub jual beli dari facebook, nanti kalau sudah sepakat bisa COD  (Cash On Delivery)," ungkap haris

Mengenai harga yang ditawarkan. Menurutnya cukup bervariasi, tergantung dari bibit yang dihasilkan oleh induk lovebird .Satu pasang lovebird, dijual Haris senilai Rp.750 ribu hingga Rp2 juta. Bahkan, harga itu bisa berlipat hingga Rp5 juta bila lovebird tersebut menjuarai lomba.

Menurut dia, setiap bulan, a bisa meraup untung dari budidaya burung lovebird miliknya kurang lebih sekitar 1,5 juta sampai 3 juta rupiah perbulannya.


Baca Juga

 

Politik  -  Sabtu, 20 April 2019 12:06

Penelehnews.com, Singosari- Angka dan Statistik mulai dipertanyakan keabsahannya secara moral hari-hari ini, begitu selesai pencoblosan dalam rangka pemilihan umum serentak untuk memilih Presiden, anggota Legislatif, dan . . .
Selengkapnya

 

Berita Daerah  -  Sabtu, 20 April 2019 12:04
Aktivis Peneleh Surabaya Bedah Tema Sekolah Aktivis 

Penelehnews.com, Sidoarjo- Tanggal 19-21 April 2018, Aktivis Peneleh Regional Surabaya melangsungkan Sekolah Aktivis Peneleh Regional (SAPR). Agenda ini dilaksanakan di Pesantren Mukmin Mandiri Sidoarjo, diikuti oleh aktivis dari . . .
Selengkapnya

 

Opini  -  Selasa, 08 Januari 2019 16:10
Englishopedia, Tempat Kursus Bahasa Inggris Gratis di Jogja

Penelehnews.com, Jogja- Mendapatkan pendidikan yang layak sebagai warga negara adalah hal yang sangat utama dalam menjalani hidup terutama dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat di masa mendatang. Dalam hidup ini setiap . . .
Selengkapnya

 

Opini  -  Kamis, 06 Desember 2018 04:17
STRATEGI RAMPUNGKAN SKRIPSI ALA HUMANIORA

Oleh : Destri Andriani Skripsi menjadi cemilan yang paling mengenyangkan bagi mahasiswa perguruan tinggi di tingkat akhir. Apapun strata sosialnya, cantik ataupun gantengnya, aktif atau tidak di organisasinya, rajin ataupun malasnya, . . .
Selengkapnya

 

Berita Daerah  -  Rabu, 05 September 2018 14:11
Dr. Ari Kamayanti Isi Materi di FGD Politeknik Imigrasi

Penelehnews.com, Malang- Dr. Ari Kamayanti, Peneliti Senior Peneleh Research Institute, memberi materi di acara Focus Group Discussion yang diadakan oleh Politeknik Imigrasi.Acara yang bertema Pengembangan Kurikulum, Akreditasi, . . .
Selengkapnya